News Room, Senin ( 10/10 ) Kapolres Sumenep, AKB H. Joseph Ananta Pinora, S.IK. MSi. Menegaskan, kegiatan Deklarasi Santri Pelopor Anti Narkoba dan Radikalisme sebagai upaya pencegahan dini dari narkoba dan segala bentuk radikalisme khususnya bagi remaja yang ada di pesantren.
Penegasan Kapolres Sumenep ini dilakukan pada Deklarasi Santri Pelopor Anti Narkoba dan Radikalisme, di Depan Masjid Agung Sumenep, Senin (10/10).
Pihaknya berharap kepada seluruh peserta deklarasi dan seluruh elemen masyarakat untuk menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Yakni, dengan menutup semua celah baik di daratan maupun kepulauan.
“Laksanakan pencegahan narkoba dan peredaran gelap narkoba di semua elemen masyarakat serta melaksanakan rehabilitasi terhadap pecandu narkoba”, tegasnya.
Ditegaskan pula jajaran Polres Sumenep menyatakan perang terhadap radikalisme dalam bentuk apapun. Karena itu, seluruh elemen harus menjaga anak bangsa agar tidak tergiur terhadap radikalisme tersebut. Dengan meningkatkan kerjasama dalam meningkatkan nilai kerukunan agama.
“Semoga momentum ini menjadi aksi bagi kita semua bergerak bersama dalam mencegah narkoba dan radikalisme.”tandasnya.
Sementara KH. Imam Hasyim, MH, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taufiqiyah Desa Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto saat memimpin pembacaan teks deklarasi anti narkoba dan radikalisme. Diantaranya mengajak segenap jiwa raga seluruh santri bersama TNI/Polri, dan pihak lain untuk siap menghadapi musuh dan pengkhianat NKRI.
“Kami semua menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba, serta menolak keras gerakan radikalisme dalam bentuk apapun.” tegas mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumenep ini.
Sebelumnya, KH. Imam Hasyim bersama para Kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Sumenep, Kapolres Sumenep, AKBP H. Joseph Ananta Pinora, S.IK. M.Si, Dandim Sumenep, Letkol Inf. Budi Santosa, Sekdakab Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si, Ketua DPRD Sumenep, H. Herman Dali Kusuma, Ketua MUI, KH. Safraji, dan Kepala Kemenag H. Shadik, Ketua NU Sumenep, KH. Panji Taufik, Ketua Muhammadiyah, Moh Yasin dan Ketua BNN Kabupaten Sumenep, Bambang Sutrisno menandatangani MOU Deklarasi tersebut. ( Ren, Fer )