Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-05-2007
  • 564 Kali

Sampai 2009, Kuota Haji Jawa Timur Telah Terisi

Sumenep-Kominfo News Room : Kuota haji untuk Jawa Timur sampai tahun 2009 telah terisi. Ini membuktikan, minat masyarakat muslim di Jatim untuk pergi ke Tanah Suci sangat tinggi. Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Jatim, Drs. Najiullah, M.Si, di kantornya Surabaya, kemarin mengatakan, sampai tahun 2010 jumlah jamaah calon haji (JCH) yang telah mendaftar mencapai 7.000 orang. Padahal kuota haji untuk Jatim setiap tahun sebanyak 33.810 orang, terdiri dari 33.585 JCH dan 225 Tim Penerimaan Haji Daerah (TPHD). Ia mengatakan, dengan terisinya kuota haji sampai 2009, maka masyarakat muslim di Jatim yang berminat beribadah haji harus sabar menunggu sampai kuota setiap musim haji telah diberangkatkan. Pemerintah juga telah menutup kuota haji 2007. Karena kuota telah terisi, JCH yang mendaftar sejak tahun 2005-2006. Saat ini, konsentrasi pengurusan haji memasuki tahapan administrasi, seperti pembuatan paspor, pengurusan visa serta menunggu Keputusan Presiden (Keppres) tentang penetapan ongkos naik haji (ONH) 2007. Najiullah menjelaskan, Keppres itu biasanya terbit dua bulan menjelang pelaksanaan ibadah haji. Pada tahun ini diusahakan keluar lebih awal. Bahkan tahun ini, Saudi Arabian Airlines (SAA) selaku maskapai penerbangan yang mengangkut jamaah haji Indonesia meminta kenaikan tarif penerbangan sebesar 50 dolar AS setiap JCH. Terkait permintaan kenaikan tarif itu, pemerintah telah melakukan koordinasi dengan pihak maskapai termasuk tawar-menawar harga, agar ONH yang nantinya ditetapkan pemerintah tidak terlalu tinggi. Keluarnya Keppres menunggu kepastian harga dari maskapai. Kanwil Depag Jatim telah mengirimkan 17.00 berkas JCH ke Depag RI untuk pembuatan paspor. Pengajuan berkas dilakukan lebih awal agar pembuatan paspor tidak terlambat dan jika terjadi kesalahan secepatnya bisa diperbaiki. Menyinggung tentang sistem catering, Najiullah mengatakan, belajar dari pengalaman pelaksanaan haji 2006, yakni adanya kekisruhan dalam pembagian catering bagi jamaah saat di tanah suci, pemerintah akan mengubah sistem pembagian catering. Jika tahun lalu catering dilayani oleh satu perusahaan, namun tahun ini akan melibatkan banyak perusahaan jasa catering. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah untuk memperoleh makanan saat mereka menjalankan ritual ibadah haji. Untuk menjaga asas keadilan antar perusahaan catering lanjut Najiullah, semakin banyak perusahaan yang dilibatkan dalam penyediaan catering, akan dapat mengurangi kecemburuan antar perusahaan catering di Arab Saudi. Sebagai realisasi kebijakan itu, Depag RI telah mengirim tim khusus ke Mekkah untuk melakukan beberapa kajian sekaligus penawaran pada perusahaan jasa catering. Tim juga mencarikan tempat pemondokan bagi jamaah yang murah dan terdekat dengan Baitullah. ( JNR, Esha )