Media Center, Kamis ( 03/11 ) Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengingatkan mengenai salah satu fungsi utama pemanfaatan Dana Desa (DD) tahun 2021 mendatang untuk penguatan ketahanan pangan.
Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah menyatakan, ketahanan pangan masuk sebagai "menu" baru penggunaan Dana Desa sebagai prioritas nasional, dengan tujuan mewujudkan negara yang berdaulat pangan.
"Jadi prioritas nasional yang pertama itu masuk lewat pintu Dana Alokasi Khusus (DAK) dan di DAK itu ada nomenklatur baru ketahanan pangan, sehingga kita dorong pemerintah agar Dana Desa masuk juga menu baru yaitu ketahanan pangan," jelasnya di sela-sela workshop monitoring dan evaluasi penyaluran dan penggunaan dana desa Kabupaten Sumenep di Pendopo Agung Keraton, Kamis (03/11/2020).
Pemanfaatan Dana Desa tahun depan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, namun ada dua penekanan yaitu infrastruktur dan ketahanan pangan. Sedangkan alokasi anggaran Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 sebesar Rp 72 triliun, atau dana desa tahun 2021 naik dari sebelumnya sebesar Rp71,19 triliun.
"Kalau tahun 2021 Dana Desa itu bagian dari TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) tahun 2021 sebesar Rp72 triliun," tegas Said Abdullah politisi PDI Perjuangan ini.
Untuk itu, pihaknya berharap anggaran dana desa peruntukannya dilaksanakan sebaik baiknya, supaya mampu berefek positif baik itu peningkatan infrastruktur dan ketahanan pangan.
“Kita ingin salah satu pengunaan dana desa untuk ketahanan pangan, harapannya selama tiga tahun kedepan menjadi negara berdaulat di bidang pangan,” harapnya.
Said Abdullah melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumenep menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop, Monitoring, dan Evaluasi Penyaluran serta Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Sumenep, di Pendopo Keraton Sumenep Kamis (03/12/2020).
Yang jelas, pemulihan ekonomi nasional tahun 2021 bisa tercapai, salah satu prasyaratnya manakala wabah Virus Corona atau Covid-19 segera berakhir ditahun ini, sehingga diharapkan masyarakat meningkatkan kedisiplinan menjalankan peraturan pemerintah dan protokol kesehatan.
“Jika masyarakat sadar untuk mematuhi aturan dan protokol kesehatan, Isnya Allah pada tahun 2021 ekonomi tumbuh seusuai harapan sebesar 5 persen,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )