Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-01-2015
  • 698 Kali

Saat Mendata Penerima Raskin, Adik Kades Guluk-guluk Dibacok

News Room, Jumat ( 09/01 ) Nasib naas menimpa Achmad Nuri (28), warga Dusun Gang Asem, Desa/Kecamatan Guluk-guluk. Korban yang merupakan adik kandung Kepala Desa Guluk-guluk, Moh. Ikbal, dibacok oleh sekelompok warga setempat saat melakukan pemutakhiran data penerima program bedah rumah, dan calon penerima raskin 2015, pada Kamis (08/01) malam sekitar pukul 19.20 WIB. Akibatnya, korban mengalami luka bacok serius dibagian lengan kanan, dan telinga sebelah kirinya sobek. Korban pun dilarikan ke Puskesmas Guluk-guluk untuk mendapatkan perawatan medis. Namun tidak berselang lama, korban dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Moh. Anwar Sumenep, lantaran lukanya sangat serius. Rasyidi (33), warga setempat, yang mengetahui langsung kejadian tersebut, membeberkan, bahwa pelaku pembacokan itu sekitar 6 orang sambil membawa pendukung sekitar 20-an orang. ¡°Kala itu, pelaku yang berjumlah puluhan orang mendatangi korban yang sedang melakukan pemutakhiran data penerima raskin, dan bedah rumah di Dusun Brakas Laok, Desa/Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep. Namun, saat korban yang didampingi Faidi (40) sepupunya, tiba di rumah Jausi (45), tiba-tiba didatangi pelaku bersama pendukungnya. Tanpa basa-basi, 6 orang merampas data-data dari tangan korban dan langsung membabatkan senjata berupa pisau dan celurit ke tubuh korban,¡±kata Rasyidi, Jumat (09/01). Ia mengatakan, dari 6 pelaku yang merangsek masuk ke rumah Jausi, dan menganiaya korban, diantaranya adalah Muhammad (Cakades) dan Muslim (kakak cakades). Sementara Kapolsek Guluk-guluk, AKP Rasidi membenarkan adanya penganiayaan, yang menimpa korban Achmad Nuri (28), adik Kepala Desa Guluk-guluk. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap semua pelaku penganiayaan tersebut. ¡°Kami sudah menerima laporan penganiayaan dan melakukan olah TKP. Bahkan penggerebekan terhadap 2 rumah warga, yang diduga terlibat penganiayaan sudah dilakukan, tapi upaya kami gagal lantaran orangnya tidak ada dirumah,¡±tukasnya. Untuk motif yang melatar belakangi penganiayaan itu, petugas masih belum bisa memastikan. ¡°Dugaan kuat ada kemungkinan penganiayaan terkait masalah Pilkades kemarin,¡±urainya. ( Nita, Esha )