Media Center, Kamis ( 18/05 ) Rumah Pintar Pemilu "Sultan Abdurraham" Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumenep, harus menjadi sarana untuk mencerdaskan masyarakat, terutama pemilih pemula, dalam dunia politik.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, KPUD Sumenep harus mempunyai konsep yang jelas, supaya Rumah Pintar Pemilu merupakan kebutuhan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula. Itu dilakukan supaya masyarakat cerdas dalam berpolitik, dan pelaksanaan Pemilihan Umum, baik pemilihan Legislatif, Gubernur, Bupati dan Presiden, menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
"Melalui Rumah Pintar Pemilu “Sultan Abdurrahman” bisa memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat untuk memilih pemimpim berdasarkan kepribadian sang calon, apakah memang layak jadi pemimpin dengan kemampuan dan kepintarannya."kata Bupati saat meresmikan Rumah Pintar Pemilu “Sultan Abdurrahman” KPUD Sumenep, di Kantor KPUD setempat, Kamis (18/05).
Bupati menyatakan, jika masyarakat cerdas berpolitik, pasti tidak terjebak dalam politik transaksional, karena selama ini masyarakat mudah terhasut untuk memilih seseorang dengan imbalan tertentu.
"Ketika politik transaksional yang terjadi di Pemilu, tentu saja hasilnya adalah pemimpin yang memiliki modal, bukan pemimpian yang jujur, berilmu dan bekualiatas. Karena itu, Rumah Pintar Pemilu ini sudah menjadi kebutuhan untuk memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat,"tegas Bupati.
Bupati menambahkan, KPUD menjallin komunikasi dengan pimpinan partai politik, agar terlibat untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, karena apabila dilakukan oleh KPUD semata, sangat mustahil mewujudkan pemilih yang rasional.
"Peran serta partai politik juga penting untuk menentukan calonnya, baik pemilu legislatif maupun Pilkada, sehingga mencari seorang calon yang memang berkualitas, bukan karena faktor kekayaannya. Bahkan juga terlibat dalam mencerdaskan masyarakat supaya menjadi pemilih yang rasional, bukan emosional karena imbalan tertentu. ( Yasik, Esha )