News Room, Rabu ( 24/12 ) Rumah kontrol MB atau jembatan bergerak di dermaga penyeberangan Pelabuhan Kalianget, ambruk. Ambruknya bangunan yang berdiri diatas jembatan pelabuhan Kalianget itu, yang terjadi Rabu (24/12), pukul 12.00 WIB, membuat 1 orang pekerja proyek perbaikan jembatan terjepit. Namun, setelah terjepit selama 45 menit, akhirnya petugas bersama pekerja proyek berhasil mengevakuasi korban. Menurut salah seorang saksi mata, Slamet (28), rumah kontrol MB tersebut tiba-tiba ambruk, padahal tidak ada angin kencang maupun ombak besar. “Kala itu, kami para pekerja proyek sedang istirahat. Tapi, tiba-tiba rumah kontrol MB ambruk,â€Âkatanya. Ia mengaku, tidak tahu pasti penyebab ambruknya bangunan itu. Yang jelas, sebelum ambruk, Wawan (32), sedang mengelas skor atau penyangga jembatan yang berada di bawah bangunan. Sedangkan, 1 orang korban lainnya, yakni Baisuni (29), berhasil keluar dari bangunan itu, tapi dengan kondisi luka di dada. “Dimungkinkan Wawan tidak bisa menghindar, akibatnya terjepit bangunan,â€Âujarnya. Dilokasi kejadian, Kapolsek Kalianget, AKP Wachid Arifaini, menuturkan, peristiwa itu betul-betul mengejutkan semua orang. Sebab, tidak ada angin atau ombak, tiba-tiba jembatan yang berdiri dirumah kontrol MB itu ambruk. “Kedua korban itu, saat ini sedang dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget,â€Âterang Arifaini, kepada wartawan di Pelabuhan Kalianget, Rabu (24/12). Ia menjelaskan, pihaknya bakal memanggil sejumlah saksi termasuk pelaksana proyek ini, untuk dimintai keterangan terkait ambruknya rumah kontrol jembatan bergerak tersebut. “Jadi, saat ini kami belum mengetahui penyebab ambruknya bangunan itu,â€Âtegasnya. Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Drs. H. R. Achmad Aminullah, M.Si mengatakan, bahwa ambruknya rumah kontrol jembatan bergerak itu, merupakan human error atau kesalahan teknis pekerja proyek. “Semestinya hal yang perlu diganti tidak dibuka dulu, tapi dipasang. Setelah terpasang dengan benar, baru dibuka. Namun, yang dilakukan pekerja, membuka terlebih dahulu, baru dipasang. Ya, akhirnya ambruk. Jadi, ini murni human error,â€Âpungkasnya. H. Minul menambahkan, jika hasil akhirnya memang didapati, kalau ini memang murni kesalahan dari pelaksana proyek MB, maka pelaksana proyek harus bertanggungjawab. “Kami hanya sebatas mengawasi saja, karena proyek ini merupakan proyek APBN senilai Rp. 6 milyar. Jadi, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, tidak mempunyai tanggung jawab apa-apa,â€Âkatanya menambahkan. ( Nita, Esha )