News Room, Sabtu ( 08/01 ) Sebanyak 11 rumah dan 1 gudang ikan teri di 2 Desa di Kecamatan Giligenting (Pulau Giliraja), rusak parah akibat diterjang angin puting beliung, pada Sabtu (08/01) pagi, sekitar pukul 07.15 WIB. Kedua Desa yang dilanda angin puting beliung itu, yakni Desa Lombang dan Desa Banmaleng. Beruntung tidak ada korban jiwa, sebab sebelum angin puyuh melanda 2 Desa itu, warga sedang berada diluar rumah. Tokoh Masyarakat Pulau Giliraja, Edi Junaidy, menjelaskan, sejak Sabtu (08/01) dini hari, Pulau Giliraja diguyur hujan deras disertai angin kencang. “Namun, ketika pukul 07.15 WIB, tiba-tiba warga dikejutkan dengan suara gemuruh angin yang sangat keras. Kontan, mereka berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri,”kata Edy, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (08/01). Edy memperkirakan, angin puting beliung tersebut terjadi selama 10 menit, yang mampu merusak puluhan rumah warga dan gudang ikan teri milik Kepala Desa Banmaleng. “11 rumah yang rusak itu, terdiri dari 7 rumah milik warga di Desa Lombang dan 4 rumah di Desa Banmaleng. Rata-rata mengalami kerusakan yang cukup berat,”ungkapnya. Sementara, Camat Giligenting (Pulau Giliraja), Drs. Baihaki, membenarkan adanya terjangan angin putting beliung di 2 Desa tersebut. “Tapi, kami masih belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Karena kami bersama staf masih dilapangan, melakukan pendataan didaerah yang diterjang angin puting beliung,”ujar Baihaki, melalui telepon genggamnya, Sabtu (08/01). Baihaki juga mengungkapkan, untuk kerugian material akibat peristiwa tersebut, juga masih dalam pengecekan. “Estimasi kerugian material tidak berani kami ungkapkan, sebelum pendataan selesai dilakukan,”pungkasnya. ( Nita, Esha )