DPRD Sumenep News : Puluhan sisiwa SMA berhamburan keluar berebut kardus kosong. Saling sikut, saling dorong dan terjadi tarik menarik satu sama lain. Sesaat kemudian, yang tersisa hanya seorang perempuan menangis karena hasil bagiannya terampas dari pangkuannya. Itulah sekelumit ilustrasi masyarakat Jogyakarta yang dimainkan teather SMA Negeri 1 Sumenep dalam kegiatan Pagelaran Untukmu Jogya Rabu (7/6) lalu di Lapangan Gotong Royong Sumenep. Malam itu, kelompok yang tergabung dalam LE Enterprise menggelar acara pagelaran seni untuk menggugah nurani masyarakat Sumenep terhadap musibah gempa Bumi Jogya. Tidak kurang dari seniman teather, musik dangdut dan musik rock yang tergabung dalam kelompok musik Jivas band dan Cakanca Band turut ambil bagian menyemarakkan jalannya acara. Seperti yang diketahui, Bangsa Indonesia beberapa waktu lalu kembali dirundung musibah nasional gempa bumi tektonik di Jogyakarta dan Jawa Tengah. Peristiwa itu menelan korban 6 ribu orang meninggal dunia dan ribuan lainnya luka – luka. Gempa yang menimpa Jogya tersebut, merupakan musibah terbesar kedua setelah tsunami yang menerjang tanah rencong Aceh. Sedangkan kegiatan yang digelar malam itu merupakan salah satu kreatifitas untuk mengumpulkan dana bantuan untuk meringankan beban masyarakat Jogya. Menurut sekretaris LE enterprise Drs. Bambang Irianto, ditemui disela acara, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan amal sebagai langkah aktual ikut peduli membantu korban gempa bumi di jogya dan jawa tengah. Dan ternyata diluar dugaan kegiatan tersebut banyak memperoleh dukungan, termasuk dari orang nomor satu di Sumenep. "Hasil penggalangan dana terkumpul sebesar Rp. 110.741.800 yang terdiri dari bantua pemkab. Sumenep sebesar Rp. 75.000.000, DPRD Sumenep sebesar Rp.13.500.000, penjualan undangan sebesar Rp.18.900.000, dan Spontanitas malam itu sebesar Rp.3.341.800. Bantuan tersebut telah diserahkan kepada satkorlak Pemkab. Sumenep dan rencananya akan diserahkan langsung ke lokasi pada pertengahan Juni nanti", ujar Bambang. Acara yang dikemas bernuansa keprihatinan itu, menampilkan penyajian opening art penayangan foto-foto kejadian gempa bumi, diramu dengan musikalisasi puisi dan teater, Baca puisi bersama Bupati dan anggota Muspida Sumenep, penampilan Jivas dan cakanca band, dan ditutup do'a bersama dipimpin Bupati Sumenep Ramdlan Siraj, SE. MM. "Yang patut diajungi jempol dari kegiatan malam ini adalah, dari semua seniman yang tampil sepeserpun tidak menerima bayaran, khak", ungkap Bambang. (Bagian Humas dan Publikasi DPRD Sumenep)