News Room, Selasa ( 02/03 ) Tradisi Rokat Tase’ (Petik Laut) memang sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat pesisir di Kabupaten Sumenep. Seperti halnya yang dilaksanakan masyarakat Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, sejak 2 hari ini menggelar pesta rakyat, sekaligus rokat tase’ bagi sekelompok nelayan yang tergabung dimasing-masing Paguyuban Nelayan. “Beberapa kelompok nelayan memang melaksanakan rokat tase’ dengan waktu berbeda. Untuk yang kemarin kita laksanakan merupakan kegiatan rokat tase’ yang kedua, dan kemungkinan dalam minggu ini akan dilaksanakan lagi oleh kelompok nelayan yang lain,â€Âujar Kepala Desa Tanjung, Salamet ketika ditemui News Room di ruang kerjanya tadi siang, Selasa (02/03). Beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut ritual rokat tase’ ini biasanya memang dilakukan beberapa kegiatan hiburan rakyat, seperti kerawitan, ludruk dan semacamnya. Kemudian acara intinya, yakni melarungkan berbagai macam kebutuhan sesaji kelaut dengan menggunakan perahu kecil yang dibuat, khsusus untuk rokat tase’. Yang memang melekat setiap menjelang kegiatan rokat tase’ ini diantaranya pada acara saweran kepada sinden. Sebagian kalangan mempercayai acara saweran itu juga dapat memberikan makna terhadap orang yang menyawer merupakan orang yang tidak pelit, yang berarti yang bersangkutan juga memiliki penghasilan yang lumayan dalam niaganya. Sebenarnya tegas Salamet, beberapa kegiatan dalam menyambut datangnya musim ikan itu merupakan bentuk kekompakan para nelayan dalam berpencaharian. Sebab, dalam berniaga, para nelayan ini betul-betul merupakan kegiatan yang menantang. Karena setiap hari harus berjuang melawan ombak dan hembusan angin. Karena itu, sebagai rasa syukur dengan rejeki yang diperoleh, secara pribadi mereka juga sudah melakukan selamatan dan berbagai bentuk syukuran lainnya. Namun untuk kegiatan hiburan itu merupakan bentuk hiburan mereka ketika berada didarat, hanya saja, untuk meluapkan kegembiraan itu dilaksanakan secara bersama-sama dengan suka rela mereka sumbangan untuk membayar berbagai pentas hiburan itu. “Kegiatan ini memang sudah menjadi tradisi, jadi sangat sulit meniadakan kebiasaan masyarakat yang sudah dilaksanakan secara rutin setiap menjelang dan sesudah masa musim ikan dan panen rumput laut,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )