Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-11-2013
  • 615 Kali

Ribuan Warga Sumenep Dan Wisman Hadiri Penobatan Arya Wiraraja

News Room, Sabtu ( 02/11 ) Ribuan warga Kabupaten Sumenep dan ratusan wisatawan manca negara (wisman), Sabtu (02/11) pagi, memadati areal Jalan Trunojoyo, depan Masjid Agung. Mereka menyaksikan secara langsung puncak kegiatan Hari Jadi Ke 744 Kabupaten Sumenep dalam bentuk prosesi penobatan Adipati Arya Wiraraja sebagai Raja pertama kali di wilayah ujung timur Pulau Madura ini, hingga pelimpahan pataka kepada Bupati ke 15, KH. A. Busyro Karim, M.Si. Rangkaian prosesi ini diawali dengan sajian tari Muang Sangkal, sekaligus menyambut kedatangan Arya Wiraraja bersama permaisuri yang dikawal para punggawa sambil menaiki kuda. Tarian Muang Sangkal ini memiliki arti sebuah tarian untuk membuang petaka atau salah yang ada dalam diri seseorang. Tari muang sangkal sendiri, diciptakan pada tahun 1972 oleh salah seorang seniman Sumenep, bernama Taufikurrachman. Ia menciptakan tarian ini, karena dilatar belakangi oleh kepeduliannya dan para seniman lainnya dalam menerjemahkan keindahan dan keunikan alam pulau Madura. Disamping itu juga, melalui tarian ini Taufikurrachman berharap dapat mengangkat sejarah kehidupan Keraton Sumenep tempo dulu. Diujung prosesi ini, sebanyak 400-an siswi di tingkat SMP dan SMA di Sumenep menampilkan tarian keris sebagai simbol kelestarian budaya yang terpelihara hingga kini. Kegiatan puncak Hari Jadi Ke 744 Kabupaten Sumenep diakhiri kirab Bupati bersama ibu menaiki kereta kencana, dikawal pasukan berkuda, lalu diikuti pejabat yang tergabung dalam Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan pimpinan SKPD, BUMN dan BUMD setempat, menaiki becak hias dan odong-odong. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, mengatakan, sajian prosesi dan kirab budaya ini untuk mengenalkan kepada masyarakat setempat maupun wisman, tentang sejarah terbentuknya Kabupaten Sumenep. “Ini sebagai bentuk mengenang sejarah Sumenep tempo dulu sampai sekarang, sekaligus media promosi kepada negara lain. Kebetulan hadir wisatawan manca negara,”kata Bupati, Sabtu (02/11). Selama 744 tahun, Kabupaten Sumenep telah dipimpin oleh 35 Raja dan 15 Bupati. Dalam sejarahnya, setidaknya, Kabupaten Sumenep telah melalui 3 momen penting. Yang pertama, Sumenep zaman sebelum penjajahan. pada masa ini dimulai sejak tanggal 31 oktober 1769, ketika Arya Wiraraja yang saat itu sebagai seorang penasehat politik kerajaan, diangkat menjadi Adipati Sumenep, sehingga momen pengangkatannya sampai saat ini, kita jadikan sebagai Hari Lahir Kabupaten Sumenep. Sedangkan kedua, Sumenep zaman penjajahan dan ketiga, Sumenep zaman kemerdekaan. ”Tidak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau dia tidak mengenal sejarahnya. Apalagi, kalau tak pernah berbuat sesuatu kebaikan untuk kemajuan bangsanya,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Drs. Bambang Iriyanto, M.Si menuturkan, yang ditonjolkan dalam puncak Hari Jadi Ke 744 Kabupaten Sumenep adalah tarian keris. “Sumenep sudah mendapat pengakuan internasional dari UNESCO, sebagai daerah yang memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia yang mencapai 543 orang, tersebar di 3 Kecamatan, yakni Saronggi, Bluto, dan Kecamatan Lenteng. Itu menjadi ide saya untuk dikemas dalam bentuk tarian dan menjadi simbol di Hari Jadi Ke 744Kabupaten Sumenep,”terangnya. ( Nita, Esha )