News Room, Rabu ( 26/06 ) Ribuan warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Rabu (26/06) sore, mengikuti istighotsah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten setempat. Istoghotsah yang dihadiri Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si bersama Wakil Bupati, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si dan pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep, serta ulama terkemuka diantaranya, KH. Fayyad As ad, bertempat di Masjid Aswadah sekitar tanah terbelah dan amblas di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru. Acara tersebut dimulai pukul 14.45 WIB, dipimpin langsung KH. Marzukki Kholil. Salah satu ulama yang hadir, KH. Fayyad As ad menuturkan, peristiwa tanah terbelah dan amblas yang menimpa dua titik di Kabupaten Sumenep seperti di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, dan Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, merupakan musibah sekaligus teguran dari Allah SWT. "Di era reformasi ini, umat Islam telah disibukkan dengan kepentingan pribadi, sehingga ibadahnya dikesampingkan. Kami menduga kejadian alam ini adalah untuk menegur dan mengingatkan umat manusia agar kembali ke jalan Allah SWT,"terangnya. Sementara Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim mengungkapkan, pihaknya sengaja mengadakan istighotsah, guna memanjatkan doa kehadirat Allah SWT. "Diharapkan, panjatan doa melalui kegiatan ini tidak ada lagi bencana yang menimpa daerah tersebut,"tuturnya. Bupati juga menyatakan siap membantu keperluan para korban tanah terbelah dan amblas di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru ini. "Bagi 4 rumah yang roboh akan dibantu dibangunkan rumah kembali pada program rumah layak huni di Dinas Sosial Kabupaten Sumenep,"ungkapnya. Dalam Istighotsah itu, Pemkab Sumenep juga menyalurkan bantuan kepada para korban tanah terbelah dan amblas sebanyak 142 KK atau 150-an jiwa, berupa 142 paket sembako, uang tunai ke masing-masing korban senilai Rp. 1 juta dan Rp. 500.000,00, serta 100 dos mie instan. ( Nita, Esha )