Sumenep-Infokom News Room : Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) pada Rabu kemarin (28/12), ternyata menyisakan persoalan. Terbukti, ribuan pengantar JCH asal pulau Kangean terlantar di pelabuhan Kalianget. Pasalnya, tidak ada kapal yang beroperasi. Demikian diungkapkan Anggota Fraksi Amanat Rakyat (FAR) DPRD Sumenep, Badrul Aini. Badrul menuturkan, seharusnya hal itu tidak terjadi, mengingat sesuai dengan jadwal, kapal bisa beroperasi. Namun, kenyataannya tidak ada kapal yang beroperasi. Karena itu, pihaknya mempertanyakan, bagaimana sebenarnya pelayanan yang diberikan Sumekar Line ini. Sehingga, masyarakat mengeluh dengan kejadian ini, dan mereka menuntut agar kapal diberangkatkan tiap hari. Badrul menerangkan, akibat tidak adanya kapal yang beroperasi, saat ini ribuan pengantar JCH asal Kangean dan Sapeken, berjubel menempati penginapan yang ada di pelabuhan Kalianget, dan penginapan yang ada di Kecamatan Kota Sumenep. Bahkan, Badrul menambahkan, sebagian besar pengantar JCH itu berada di emperan penginapan, sambil menunggu jadwal pemberangkatan kapal yang tidak pasti. Anggota Dewan asal kangean ini menjelaskan, sebenarnya setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan PT. Sumekar Line, kapal akan diberangkatkan Jum’at malam (30/12). Namun, pihaknya mempertanyakan, apakah kapal yang akan diberangkatkan tersebut mampu menampung ribuan masyarakat kepulauan Kangean itu. Padahal, kapasitas kapal yang akan diberangkatkan, yakni Dharma Bhakti Sumekar I (DBS) itu, hanya memuat sekitar 250 orang. Sehingga, pihaknya khawatir akan terjadi kecelakaan laut, akibat kelebihan muatan. Karena itu, pihaknya meminta kebijakan kepada PT. Sumekar Line, untuk segera mengoperasikan DBS V. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Direktur PT. Sumekar Line, Drs. H. Moh. Toha ketika dikonfirmasi News Room, beberapa kali tidak berada di kantornya. ( Nita, Esha )