News Room, Selasa ( 17/07 ) Ribuan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nuqayah, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Selasa (17/07) pagi, kepung Polres setempat. Mereka meminta adanya penjelasan pimpinan Polres Sumenep, terkait penolakan atas Ijazah Madrasah Aliyah (MA) 2 An-Nuqayah, milik Moh. Azhari, saat mendaftar sebagai anggota Bintara Polri tahun 2012. Massa datang dari segala penjuru, akibatnya arus lalu lintas didepan Polres Sumenep, tepatnya Jalan Urip Sumoharjo macet, dan ditutup sementara. Selama aksi berlangsung, arus lalu lintas dialihkan ke Jalan KH. Mansyur. Karena, para pendemo menduduki sepanjang jalan depan Polres Sumenep, sambil menggelar istighotsah. "Kami datang ke Polres Sumenep, melakukan aksi damai, bukan anarkis. Kami masih punya etika. Jadi, kami tidak akan melakukan aksi pengrusakan sedikit pun terhadap bangunan di Polres. Kami ingin menggelar istighotsah,"kata Mashuri Drajat, Korlap aksi, ketika berorasi didepan Polres Sumenep, Selasa (17/07). Mashuri mengatakan, istighotsah ini untuk mendoakan para pimpinan ditubuh Polri, agar melek pendidikan dan tidak akan lagi ada penolakan terhadap ijazah MA 2. "Ijazah MA 2 An-Nuqayah itu adalah produk asli pendidikan yang dikeluarkan dan disahkan oleh Kementerian Agama Sumenep. Bukan dikeluarkan sendiri oleh Ponpes An-Nuqayah. Kenapa harus ditolak, ini bentuk zionis terhadap keberadaan Ponpes An-Nuqayah. Kami akan kawal terus penolakan ini, sampai Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, dicopot dari jabatannya,"tegasnya. Dalam aksi istighotsah tersebut, mereka juga menuntut Institusi Polri, utamanya Kapolres Sumenep, AKBP Dirin, untuk meminta maaf, kepada Ponpes An-Nuqayah, dihadapan para pendemo. Namun tuntutan tersendat karena Kapolres Sumenep sedang berada di Polda Jatim. Dan, hasil negosiasi pimpinan Polres Sumenep, bersedia menemui para pendemo, dengan terbang menggunakan helikopter dari Polda Jatim ke Sumenep. Akibatnya, Wakapolres Sumenep, Kompol Moh. Fadhil, disandera oleh pendemo guna menjamin kedatangan Kapolres Sumenep, AKBP Dirin. Sambil menunggu pimpinan Polres, massa bergerak ke kantor DPRD Sumenep. ( Nita, Esha )