News Room, Sabtu ( 16/01 ) Pemerintah memprogramkan revitalisasi pasar tradisional yang tersebar di 4 Kabupaten di Pulau Madura pada tahun 2010. Itu dilakukan dalam rangka membangkitkan gairah aktivitas pasar tradisional untuk menyeimbangi pasar modern. Deputi Menteri Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Ikhwan Asrin, SE, M.Si mengatakan, revitaliasi pasar tradisional di Madura sebanyak 6 titik lokasi, perinciannya Kabupaten Bangkalan sebanyak 1 lokasi pasar tradisional, Kabupaten Sampang sebanyak 2 lokasi pasar tradisional, Kabupaten Pamekasan sebanyak 2 lokasi pasar tradisional, dan Kabupaten Sumenep sebanyak 1 lokasi pasar tradisional. Revitalisasi pasar tradisonal sebagai upaya menarik minat masyarakat mengunjungi pasar tradisioanal. Sebab, selama ini masyarakat sudah menjauhi pasar tradisional, gara-gara kebersihan lokasinya tidak terjamin, sangat jorok, kotor, kumuh dan berbau. â€ÂKami inginkan dengan revitalisasi itu mampu mengembalikan dan menumbuhkan kembali aktivitas pasar tradisional yang ciri khasnya penuh dengan citrarasa, seperti aktivitasnya ada tawar menawar harga, silaturrahmi antara pembeli dan penjual, serta dagangannya masih segar,â€Âtegasnya. Ikhwan Asrin menyatakan, secara umum pemerintah untuk revitalisasi pasar tradisional menyediakan dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 100 milyar. Dan peruntukan dana itu untuk revitaliasi 90 lokasi pasar tradisional yang tersebar di 32 Propinsi. â€ÂDijadwalkan untuk peresmian revitalisasi pasar tradisional dilakukan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,â€Âungkapnya. ( Yasik, Esha )