News Room, Jumat ( 22/08 ) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang disalurkan ke masing-masing daerah dari Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kementerian Perumahan Rakyat Republik Indonesia, memang diberikan khusus pada masyarakat miskin yang berpenghasilan dibawah Upah Minimum Regional (UMR). Disamping itu, penerima BSPS ini memiliki rumah yang kurang layak huni, sehingga sangat diperlukan untuk dilakukan perbaikan, mulai perbaikan ringan, sedang dan berat. Dengan dana masing-masing unit sebesar Rp. 7,5 juta, diharapkan ada tambahan swadaya masyarakat sekitar untuk membantu warga miskin ini. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah Jawa Bali Deputi Bidang Perumahan Rakyat Kemenpera RI, Agus Nigunawan disela-sela Sosialisasi Tingkat Kabupaten Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Kabupaten Sumenep tahun 2014 di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Jumat (22/08), menyatakan respon Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap program BSPS sangat bagus. “Dan ini bisa terbaik di Indonesa, karena baru di Sumenep ini respon para pejabat mulai Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan jajaran Dinas lainnya, semua hadir dalam kegiatan sosialisasi BSPS ini,”ungkapnya. Komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menurut Agus, tentunya juga akan menjadi perhatian pusat untuk memberikan reward bagi daerah yang merespon kegiatan program tersebut. Pusat akan sangat merespon, jika program yang dilepas ke daerah bisa direspon dengan baik. Karena itu, Agus memastikan Kabupaten Sumenep untuk tahun ini akan mendapat tambahan program BSPS kembali sebanyak 500 unit. Hal itu diharapkan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya. Bahkan, sesuai MoU Kemenpera dengan TNI, Babinsa yang ada di Desa, juga turut membantu mengamankan program BSPS tersebut. “Jadi, Pemerintah Kabupaten Sumenep yang sudah ikut bertanggung jawab dengan program tersebut, di lapapangan para Babinsa bisa mengamankan dan mengawal material bantuan hingga betul-betul sampai kepada penerima,”pungkasnya. ( Ren, Esha )