Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-03-2018
  • 628 Kali

Regenerasi Pengrajin Keris Harus Dilakukan Untuk Lestarikan Budaya Leluhur

Media Center, Sabtu ( 17/03 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap regenerasi pengrajin keris di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi harus dilakukan untuk mempertahankan empu (pengrajin keris) di Desa setempat.

“Tantangan pengrajin (empu) keris di Sumenep yakni tentang regenerasi empu (pengrajin) keris dalam rangka mempertahankan produksi keris di Sumenep. Sehinga regenerasi jangan sampai putus sampai di sini, namun harus terus berlanjut di masa mendatang.” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Penetapan Desa Keris dan Penyerahan SK Pokdarwis Desa Aeng Tong-Tong di Balai Desa setempat, Sabtu, (17/03).

Bupati menyatakan, empu, sesepuh dan pelaku keris di Desa Aeng Tong-tong untuk senantiasa menularkan ilmu dan keahliannya kepada generasi muda di desanya.

“Saya meminta empu (pengrajin) dan sesepuh pelaku keris Desa Aeng Tong-Tong tidak bosan-bosan mengajari anak-anak muda di desanya membuat keris, demi melestarikan tradisi luhur kepada generasi muda sebagai penerus.” jelas Bupati dua periode ini.

Bupati menambahkan, UNESCO mengakui Kabupaten Sumenep sebagai daerah pemilik pengrajin keris terbanyak di dunia yang mencapai 640 orang. 

Dari jumlah pengrajin keris itu, paling banyak berada di Desa Aeng Tong-Tong Kecamatan Saronggi, tentu saja pengakuan itu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan semua pihak agar mampu mempertahankan dan memanfaatkan keunggulan ini sebaik-baiknya. 

“Kami bersama masyarakat memiliki kewajiban melestarikan dan mengembangkan keris agar tetap lestari sebagai wujud konsekuensi pengakuan UNESCO itu. Apalagi keris adalah warisan budaya paling sulit dipertahankan kelestariannya, berbeda dengan batik, wayang, angklung maupun tari.” pungkas Ketua DPC PKB Sumenep ini. 

Bupati mengungkapkan, penetapan Desa Aeng Tong-Tong sebagai “Desa Keris” menjadi tantangan bagi masyarakat untuk semakin produktif berkarya di dunia perkerisan. 

Sehingga karya keris empu (pengrajin) Desa Aeng Tong-Tong semakin mengangkat citra dan identitas Desa serta Kabupaten Sumenep di mata internasional.

“Saya berharap Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Sumenep dan pihak Desa Aeng Tong-Tong, membantu pemasaran produk keris Desa Aeng Tong-Tong, dengan memanfaatkan digital media untuk perdagangan secara online oleh pengrajin keris.” imbuhnya. ( Yasik, Fer )