News Room, Kamis ( 30/07 ) Minimnya tenaga penyuluh keluarga berencana (KB) di Sumenep, membuat realisasi program tersebut tidak sesuai target.
"Idealnya tenaga penyuluh KB itu 160 orang dengan membawai 334 desa. Setiap petugas akan menangani dua desa. Tapi, kenyataannya sampai sekarang tenaga penyuluh tidak ada penambahan yakni tetap 30 orang," kata Achmad Masuni, SE, MM, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Sumenep, Kamis (30/07).
Minimnya tenaga penyuluh KB itu, sangat berdampak pada penyampaian program KB kepada masyarakat terutama di daerah pelosok, seperti diwilayah kepulauan, apalagi penyuluh yang ada lokasinya hanya di dekat klinik KB dan Kecamatan.
"Kami hanya memaksimalkan kader KB desa atau pembantu pembina KB desa (PPKBD) untuk memberikan informasi mengenai KB kepada masyarakat setempat," tukasnya.
Selain itu, pihaknya menambah intensitas sosialisasi KB kepada masyarakat, bahkan kedepan berjanji akan melakukan jemput bola dengan mendatangi akseptor KB, setelah diberikan penyuluhan.
"Program KB ini diharapkan tidak hanya membatasi angka kelahiran, juga dapat mengalihkan pengguna KB tradisional kepada formal yang secara medis dapat tidak berefek samping," ungkapnya. ( Nita, Fer )