Media Center, Kamis ( 03/05 ) Sebanyak 500 penonton hadir menyaksikan pagelaran kolaborasi seni budaya masyarakat Kabupaten Sumenep dengan Prancis yang dikemas dalam pagelaran Labang Mesem Le Spectacle Tahun 2018, Rabu (02/05) malam.
Pagelaran kolaborasi antara tari Hip hop dari Prancis dengan pencak silat, kayon dan musik daul Sumenep, mampu memukau ratusan masyarakat Sumenep, bahkan masyarakat yang hadir tidak henti-hentinya bertepuk tangan ketika menyaksikan antraksi seni budaya itu.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pagelaran kolaborasi seni budaya itu, bagi Kabupaten Sumenep mampu mendorong tumbuhnya gairah pelestarian dan pengembangan budaya bagi seniman dan masyarakat.
“Bagaimanapun juga, Kabupaten Sumenep yang berusia 748 tahun ini, tentu saja memiliki keanekaragaman budaya yang membutuhkan sentuhan-sentuhan dan inovasi dalam rangka menjaga pelestariannya.” jelas Bupati saat membuka pagelaran Labang Mesem Le Spectacle Tahun 2018.
Bupati berharap, melalui kolaborasi seni budaya itu, bisa meningkatkan jalinan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Prancis, sebab antara kedua negara memiliki keunggulan budaya yang patut dilakukan promosi dan publikasi ke berbagai negara.
“Di era saat ini, kebudayaan bukan hanya sebagai identitas, tetapi media efektif guna memperkenalkan aspek-aspek bangsa secara keseluruhan. Untuk penampilan pencak silat dan musik daul dari Kabupaten Sumenep adalah secuil dari ragam kesenian Sumenep yang telah melanglang buana ke berbagai budaya di dunia.” tegasnya.
Pagelaran Labang Mesem Le Spectacle Tahun 2018 merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya.
Sementara itu, Direktur Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya, Benoit Bavausel mengungkapkan, pementasan kolaborasi seni budaya Sumenep dan Prancis merupakan pertunjukan pertama kali di pulau Madura, meskipun sejatinya keberadaan lembaga sudah sekitar 50 tahun berada di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Sumenep atas sikap ramah tamahnya dan antusiasnya menyaksikan pagelaran seni budaya itu, karena pagelaran itu sebuah penampilan istimewa untuk berbagi seni budaya Madura (Sumenep) dengan Prancis.” tandasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Sofiyanto menambahkan, pagelaran Labang Mesem Le Spectacle Tahun 2018 sebagai awal kerja sama instansinya dengan IFI Surabaya, karena masih ada kegiatan lanjutan yang dilakukan dengan IFI Surabaya.
“Kami telah menindaklanjuti kerja sama dengan IFI Surabaya, dengan target ada pertukaran pelajar dan seni budaya antara Kabupaten Sumenep dengan Prancis.” imbuhnya.
Seniman yang terlibat dalam pagelaran itu sebanyak 100 orang yang berasal dari Sumenep, Pamekasan dan Jawa Timur. ( Yasik, Esha )