News Room, Senin ( 18/11 ) Sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK) atau 350 jiwa yang merupakan warga Dusun Patian Barat, Desa Patian, dan sebagian warga Desa Babalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, sampai saat ini belum menikmati aliran listrik. Padahal lokasi 2 Desa tersebut relatif dekat dengan wilayah perkotaan Sumenep. Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Ir. Bambang Prayogi, menjelaskan, sesuai hasil investigasi dilapangan yang dilakukannya diduga belum adanya aliran listrik di dua Desa tersebut karena penduduknya masuk kategori tidak mampu, sehingga terkesan dikesampingkan. “Kami sangat heran, dijaman canggih seperti saat ini masih ada masyarakat yang belum menikmati aliran listrik. Mestinya kan listrik ini bagian dari pelayanan terhadap masyarakat. Apa karena termasuk masyarakat miskin, sehingga tidak diurusi dan dianggap tidak perlu penerangan ?,”tuturnya. Bambang mengungkapkan, banyak hal yang dilakukan warga di daerah-daerah yang belum teraliri listrik, salah satunya dengan cara ngganthol untuk mendapatkan penerangan. “Cara ngganthol ini kan sangat berbahaya. Apalagi musim penghujan. Mereka ngganthol dalam jarak yang sangat jauh. Ini rawan untuk keselamatan,”ungkapnya. Ia mendesak agar persoalan kelistrikan tersebut segera diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Apabila yang dipersoalkan adalah dana, ia menyarankan agar Pemerintah mengambil dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) instansi-instansi besar. “Kalau yang menjadi persoalan adalah dana, ya Pemkab Sumenep kan bisa memakai dari CSR perusahaan besar seperti perusahaan pengeboran minyak dan gas (migas) dan bank-bank. Nah, CSR mereka itu dikumpulkan saja, kemudian wujudkan untuk kelistrikan di 2 daerah itu,”pungkasnya. ( Nita, Esha )