News Room, Senin ( 07/01 ) Sedikitnya 150 orang keluarga Jumaksir, warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, korban penganiayaan dan pembakaran oleh massa 26 Mei 2012 lalu, mendatangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) setempat, pada Senin (07/01) pagi. Sambil berorasi, para pengunjuk rasa juga membawa spanduk dan poster, diantaranya bertuliskan "Pak Polisi Jangan Takut Premanisme", "Hukum Bukan Barang Yang Diperjual Belikan", dan "Jangan Menunda-nunda Waktu Penangkapan Pelaku Lainnya". Korlap Aksi, Safrawi mengatakan, kedatangannya ini guna menyapa Kapolres baru AKBP Marjoko, sekaligus meminta petugas kepolisian untuk menangkap pelaku lainnya, terhadap kasus penganiayaan dan pembakaran oleh massa. "Kami ingin pelaku lainnya yang sudah ditetapkan tersangka, yakni Surma, agar segera ditangkap. Polisi kan punya senjata, kenapa penangkapan bagi satu pelaku saja kok lamban. Apalagi, bukti sudah ada dan kasus ini sudah hampir satu tahun,"kata Safrawi, di Polres Sumenep, Senin (07/01). Sementara, Kabag Operasional Polres Sumenep, Komisaris Polisi Edy Purwanto mengungkapkan, untuk kasus ini pihaknya telah berupaya melakukan penangkapan terhadap pelaku lainnya, namun belum menuai hasil. "Jadi, kami tidak berdiam diri dalam kasus penganiayaan dan pembakaran oleh massa, yang menyebabkan korban Jumaksir meninggal dunia,"terangnya. Untuk kasus ini, kata Edy, polisi sudah menetapkan 2 tersangka. Tersangka pertama adalah Matlani, warga Desa Kalebbengan, Kecamatan Rubaru, yang sekarang dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Sumenep. "Sedangkan satu tersangka lainnya, yakni Surma, masih dalam pengejaran,"ungkapnya. Sebelumnya, Jumaksir alias Dul Maksir (30), warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, tewas dibakar hidup-hidup oleh massa, pada 26 Mei 2012 lalu. Informasi di lapangan, Jumaksir memang diincar warga karena diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor. Saat Jumaksir melintas di Desa Kalebbengan, Kecamatan Rubaru, warga langsung meneriaki maling dan mengejar hingga Desa Pakondang. Saat tertangkap, Jumaksir dihajar massa dengan batu dan kayu, yang akhirnya disiram bensin dan dibakar hingga tewas. ( Nita, Esha )