Media Center, Selasa ( 21/03 ) Ratusan umat Islam Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengepung Kantor Bupati dan Polres dalam Aksi Bela Akidah 213, Selasa (21/03). Aksi mereka dimulai dari areal Taman Bunga menuju Pemkab dan berakhir di Polres Sumenep, dengan berjalan kaki.
Massa yang berpakaian serba putih itu menyampaikan 4 point tuntutan, diantaranya menindak tegas dan mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan meminta maaf secara lisan dan tertulis kepada wali murid dan umat Islam melalui media cetak dan elektronik. Bahkan, massa aksi berteriak menolak Kristenisasi yang telah dilakukan oleh 2 Yayasan beberapa waktu lalu.
"Aksi ini bentuk kekecewaan umat Islam Sumenep, terhadap sikap Disdik yang telah mengeluarkan ijin kristenisasi siswa SD berkedok sosialisasi wawasan kebangsaan,"teriak Achmad Farid Azziyadi, Korlap Aksi di depan Kantor Bupati Sumenep, Selasa (21/03).
Kedatangan massa berpakaian serba putih tersebut, disambut Assisten Pemerintahan Pemkab Sumenep, Drs. Carto, MM. Didepan ratusan massa, Carto mengaku akan menyampaikan tuntutan para pendemo ke Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si yang saat ini sedang berangkat umrah.
"Semua tuntutan akan kami sampaikan ke bapak Bupati,"tegasnya.
Bahkan, Carto juga membacakan tuntutan massa gerakan umat Islam Sumenep atas pengawalan pernyataan sikap keagamaan MUI setempat pada kasus kristenisasi siswa SD oleh Yayasan Sejahtera Bangsa Mulia dan Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Sumenep.
Usai dibacakan tuntutannya, massa melanjutkan aksinya ke Polres Sumenep. Di Polres, korlap aksi menyerahkan tuntutan yang diantaranya desak proses hukum kristenisasi diusut tuntas. ( Nita, Esha )