Media Center, Rabu ( 06/09 )
Ratusan siswa SMA Negeri 1 Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar shalat gaib dan doa bersama untuk para korban tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar, Rabu (06/09).
“Ini sebagai bentuk solidaritas kami kepada etnis Rohingya yang sekarang sedang menderita,”kata Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batuan, Sumenep, Salehuddin, Rabu (06/09).
Ia berharap shalat gaib dan doa bersama yang dilakukan 520 siswanya itu dapat menggerakkan hati para pemangku kebijakan di Myanmar, agar penderitaan etnis Rohingya segera berakhir.
"Mudah-mudahan penderitaan etnis Rohingya secepatnya berakhir,"tukasnya.
Ia menilai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar bukan merupakan konflik agama. “Tapi kejahatan atau pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oknum negara kepada rakyatnya yang kebetulan mayoritas umat Islam,”ujarnya.
Seperti diketahui, tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar belakangan memang betul-betul menyita perhatian dunia. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah bertemu dengan State Counsellor, Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi dan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior U Min Aung Hlaing di Nay Pyi Daw. ( Nita, Esha )