News Room, Rabu ( 12/06 ) Pasca diguyur hujan selama tiga hari berturut-turut, ratusan rumah di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi dan Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Selasa (12/06) pagi, terendam banjir. Akibatnya, sebagian warga terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya, karena takut ada banjir susulan. Banjir yang menggenangi ratusan rumah di 2 Kecamatan tersebut, akibat Kali Muangan meluap karena tidak bisa lagi menampung debit air hujan. Bahkan, puluhan hektar tanaman padi yang berada di sekitar Kali Muangan, juga ikut terendam air. Salah seorang warga setempat, Nurma Ningsih mengatakan, banjir ini merupakan kesekian kalinya selama musim hujan. “Setiap hujan deras turun berhari-hari, Kali Muangan selalu meluap dan airnya masuk ke dalam rumah penduduk, sehingga sebagian besar warga terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya, karena di takutkan adanya banjir susulan,”ujarnya. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera memperbaiki saluran air di Kali Muangan, karena setiap hujan turun di pastikan daerahnya menjadi langganan banjir. Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Fadillah, MM mengakui, bahwa banjir yang masuk ke pemukiman penduduk itu akibat saluran air sudah menyempit. “Kami sudah pantau ke lokasi banjir tersebut, ternyata penyebabnya adalah penyempitan saluran air dari Kali Muangan menuju laut. Makanya, setiap hujan turun terus menerus kali tersebut tidak mampu menampung air yang cukup besar,”terangnya. Menurutnya, penyempitan saluran air itu akibat banyaknya lahan dipinggir Kali Muangan, khususnya di Desa Nambakor dan Patean yang merupakan milik PT. Garam, beralih fungsi. “Secepatnya kami akan duduk bersama dengan instansi terkait, baik Dinas Pengairan dan PT. Garam, untuk membahas soal saluran air maupun alih fungsi lahan, yang diduga menyebabkan banjir di 2 Desa di 2 Kecamatan tersebut,”ungkapnya. ( Nita, Esha )