Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-04-2005
  • 549 Kali

RATUSAN PETANI GARAM NGLURUG KANTOR PEMKAB DAN DPRD SUMENEP

Sumenep-Infokom News Room : Ratusan petani garam yang berasal dari lima desa penghasil garam, yakni Desa Karang Anyar, Pinggirpapas, Marengan, Kertasada, dan Kebundadap, Selasa (19/04) pagi menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemkab Sumenep dan Gedung DPRD Sumenep. Ratusan petani garam yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur itu meminta kesediaan Pemkab dan DPRD Sumenep memperjuangkan pembebasan lahan pegaraman yang saat ini dikelola oleh PT. Garam. Aksi kali ini merupakan aksi yang terbesar dari sebelumnya yang pernah dilakukan Yayasan Tanah Leluhur dalam memperjuangkan pembebasan lahan pegaraman. Bahkan dalam aksinya mereka membawa spanduk dan meneriakan yel-yel pembesan tanah pegaraman. Akibat aksi besar-besaran itu, sekitar 2 hingga 3 jam jalan raya didepan Kantor Pemkab Sumenep macet total, sebab menjadi pusat kensentrasi massa. Namun demikian, aksi unjuk rasa petani garam tidak menimbulkan aksi-aksi lainnya yang mengarah terhadap perbuatan anarkis. Dan dilokasi unjuk rasa tampak ratusan aparat kepolisian yang berjaga-jaga dipintu gerbang Kantor Pemkab dan DPRD Sumenep. Seusai melakukan pertemuan dengan Asisten II Sekda Kabupaten Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, MM, para petani garam akhirnya meneruskan aksinya dihalaman Gedung DPRD, setibanya di gedung rakyat itu, perwakilan Yasasan Tanah Leluhur langsung mengadakan pertemuan dengan Komisi A DPRD Sumenep, dan setelah itu mereka melanjutkan kegiatan yang sama di RRI Cabang Pratama Sumenep. ( Yasik, Esha )