Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-10-2008
  • 1030 Kali

Ratusan Hektar Hutan Lindung Di Pulau Kangean Sengaja Dibakar

News Room, Kamis ( 09/10 ) Untuk menanam ulang pohon produktif di kepulauan Kangean, akhirnya 900 hektar lebih hutan lindung di wilayah setempat sengaja dibakar. Namun, tindakan yang dilakukan Perhutani Kangean itu mendapat reaksi keras dari warga setempat. Mereka menduga, kebakaran itu disengaja untuk merusak hutan lindung. Sebab, kebakaran hutan yang terjadi sejak 3 hari lalu, tidak mendapat penanganan dari pihak terkait. Bahkan, hingga Kamis (09/10) pagi, api mulai merambah hutan yang berada di Desa Torjek dan Desa Cukong-Cukong Kecamatan Kangayan. Akibatnya, puluhan hektar hutan jati yang berfungsi sebagai serapan air pun juga ikut ludes jadi arang. Tokoh masyarakat setempat, Badrul Aini mengatakan, kebakaran hutan itu sebenarnya sudah hal biasa, karena seringkali terjadi setiap tahun. Namun, kali ini sepertinya kebakaran sengaja dibiarkan oleh aparat terkait, sehingga kebakaran hutan lindung semakin membesar seiring dengan angin kencang dan kemarau yang melanda pulau Kangean. “Akibat kebakaran itu sebagian pulau Kangean ditutupi asap tebal. Tapi tak ada upaya pemadaman api, baik yang dilakukan aparat terkait maupun dari warga sekitar. Ini kan tidak etis, masak kebakaran hutan dibiarkan,”terang Badrul, ketika dihubungi melalui jaringan selulernya, Kamis (09/10). Ia menjelaskan, dengan kebakaran hutan itu, diperkirakan hutan lindung yang terdiri dari pohon-pohon jati akan hangus semuanya. Sebab, kebakaran atau memang dibakar terus membesar. Apalgi pada Jumat malam hutan jati yang ada di bukit Desa Paliat Kecamatan Sapeken sudah habis terbakar. Sementara itu, Asisten Perhutani Kangean Barat, Sujito, membenarkan adanya kebakaran hutan tersebut. Sebab, hutan itu memang disengaja dibakar, sebagai program pembersihan lapangan, karena akan dilakukan penanaman pohon produktif pada bulan Desember mendatang. “Jadi, kami bersihkan lapangan, mulai membabat semak-semak hingga menebang pohon-pohon besar. Setelah kering, langsung dibakar,”terang Sujito, ketika dihubungi News Room melalui jaringan selulernya, Kamis (09/10). Ia memaparkan, lokasi kebakaran itu merupakan petak yang direncanakan untuk ditanami pohon produktif, seperti pohon jati maupun mahoni pada musim penghujan nanti. Pembersihan lapangan atau pembakaran hutan itu dilakukan sejak Agustus kemarin, dengan luas 900 hektar lebih. “Untuk wilayah Kangean Barat, hutan yang sengaja dibakar seluas 380 hektar lebih dan 600-an hektar lainnya terletak di Kangean Timur. Jadi, kebarakan hutan itu murni kesengajaan, bukan musibah,”tegasnya. ( Nita, Esha )