News Room, Jumat ( 15/05 ) Ratusan Barisan Serbaguna (Banser), Gerakan Pemuda Ansor bersama pemuda di Sumenep, Jumat (15/05) sore, menggelar Apel Kebangsaan dan Deklarasi Relawan Tanggap Bencana Sosial, di depan Masjid Jamik setempat.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si di hadapan Banser dan Pemuda mengatakan, Gerakan Pemuda (GP) Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca Sumpah Pemuda, dengan semangat kebangsaan, kerakyatan dan sekaligus spirit keagamaan.
"Dengan modal itulah, GP Ansor harus terus berjuang menjaga demokrasi dan pluralisme sebagai bagian dari perjuangan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),"kata Bupati Sumenep, Jumat (15/05).
Menurut Bupati, tantangan kedepan makin berat, sehingga GP Ansor harus mampu menjadikan organisasi ini sebagai organisasi modern yang bisa menjadi jembatan kebekuan problematika bangsa yang terjadi akhir-akhir ini.
"GP Ansor memang dituntut untuk tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalanan bangsa, dan tetap menempati posisi, serta peran strategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional maupun daerah,"terangnya.
Sementara Ketua GP Ansor NU Sumenep, M. Muhri Zain, mengungkapkan, apel ini sebagai rangkaian Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke 81, dan menyamakan visi bersama pemuda dalam rangka menjaga stabilitas nasional. Karena NKRI sedang dalam darurat nasional.
"Negara kita sedang dihadapi pada darurat nasional, berupa darurat bencana alam, prostitusi, kemiskinan, dan kenalakan remaja. Ini tanggung jawab kita bersama sebagai elemen bangsa menjaga stabilitas nasional,"ungkapnya.
Apel Kebangsaan dan Deklarasi Relawan Tanggap Bencana Sosial itu, diikuti oleh Pramuka, Pencak Silat dan organisasi Kemasyarakatan NU, yakni Muslimat dan Fatayat Sumenep. ( Nita, Esha )