Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-01-2008
  • 397 Kali

RAPBD 2008 Prioritaskan Program Kebutuhan Masyarakat

News Room, Kamis ( 31/01 ) Berdasarkan hasil koordinasi Tim Panggar dan Tim Anggaran dalam pembahasan RAPBD 2008, akan terjadi pengurangan program di beberapa Satuan Unit Kerja. Penyebab pengurangan program tersebut, akibat dari dampak adanya DPA-L proyek pembangunan pada APBD tahun 2007. Angota Tim Panggar DPRD Sumenep, Moh. Hanafi mengatakan, pengurangan anggaran yang besar berada di 3 Dinas PU, yakni PU Pengairan, PU Bina Marga dan PU Cipta Karya. Alasannya adalah banyak sisa proyek tahun lalu yang termasuk DPA-L. Adapun alokasi anggaran pada RAPBD 2008 untuk Dinas PU Bima Marga dari plafon anggaran sebesar Rp. 90 milyar dikurangi DPA-L sebesar Rp. 48 milyar, PU Cipta Karya plafon anggran sebesar Rp. 42 milyar harus dikurangai DPA-L sebesar Rp. 22 milyar 700 juta rupiah dan PU Pengairan sebesar Rp. 33 milyar dikurangi DPA –L sebesar Rp. 14 miliiar 500 juta. Moh. Hanafi yang juga Ketua Komisi C menuturkan, akibat banyaknya DPA-L tersebut tidak sedikit program yang bersentuhan dengan masyarakat berkurang. Selain itu program yang tidak bersentuhan dengan masyarakat, seperti pengadaan kendaranan dinas roda empat dan roda dua ditunda dan angarannya dikembalikan ke Kas Daerah. Ditempat terpisah, Wakil Ketua Tim Anggaran Esekutif, Ir. H. Djasmo, M.Si menuturkan, penyebab terjadinya DPA-L, karena proses dan pelaksanaan sebagian proyek tahun sebelumnya masih belum selesai, sehingga pembahasan RAPBD tahun ini memprioritaskan program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Terkiat dengan pengadaan kendaraan dinas untuk Kecamatan tetap akan berlanjut melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), alasannya pengadaan kendaraan operasional Camat telah terprogram dalam APBD 2007, dalam rangka menunjang kinerja Kecamatan. H. Djasmo menerangkan, DPA-L tahun 2007 lalu sesuai hasil pertemuan terkahir, antara Tim Panggar dan Tim Anggaran dari semula sebesra Rp. 48 milyar membengkak hingga mencapai Rp. 102 milyar 417 juta lebih. ( Yasik, Soek )