News Room, Senin ( 12/09 ) Wartawan Harian Bhirawa Sumenep, Syamsul Arifin melaporkan upaya perampasan sepeda motor Honda Revo Nopol M 4705 VQ, yang dilakukan debt collector Adira Finance Sumenep, pada Polres setempat, Senin (12/09) siang. Syamsul menjelaskan, pihaknya tidak terima dengan upaya perampasan oleh debt collector Adira. "Kami merasa dirugikan, apalagi kami dituduh tidak bayar selama 3 bulan. Padahal, saya tidak pernah menunggak pada Adira Finance,"kata Syamsul, di Polres Sumenep, Senin (12/09). Debt Collector Adira yang mencoba merampas sepeda motornya, kata Syamsul, sebanyak 7 orang, diantaranya berinisial WW dan JH, warga Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget. Upaya perampasan sepeda motor itu, bermula ketika sepeda motor tersebut dikendarai Warits, warga Kecamatan Talango. Namun, tanpa pamit tiba-tiba tujuh orang dari Adira akan merampas sepeda motor yang dinaikinya, dengan tuduhan menunggak cicilan tiga bulan. "Saya meminjam sepeda motor ini dari teman. Tapi setahu saya, teman saya itu tidak pernah nunggak. Kemarin sudah bayar kok. Saya benar-benar kaget dan malu,"terangnya. Karena merasa bukan pemilik sepeda motor, Warits mengajak para debt collector itu menemui Syamsul Arifin, pemilik sepeda motor yang kebetulan tengah ada di kantor DPRD Sumenep. Tak urung aksi main rampas di tempat keramaian itu nyaris berbuntut keributan. Apalagi ketujuh debt collector itu ngotot merampas sepeda dengan kasar. "Saya ini tidak pernah nunggak. Lihat ini kuitansi pembayarannya. Saya sudah bayar. Apa-apaan kok sepeda saya mau dirampas ?"katanya kesal. Meski sudah mendapat penjelasan dan menunjukkan kuitansi resmi pembayaran cicilan dari Adira, namun ketujuh debt collector itu tetap bersikeras akan mengambil sepeda sambil mengeluarkan kata-kata kasar. Bahkan kuitansi pembayaran itu akan disobek oleh debt collector. Tak urung aksi arogan tujuh debt collector itu memancing emosi wartawan lain dan massa yang langsung berkerubung. Hampir saja debt collectir itu diamuk massa. Untunglah aparat Polsek Kota Sumenep datang dan melerai kericuhan tersebut. Dan, debt collector itu meminta maaf pada Samsul, karena setelah dicek ternyata sepeda yang dimaksud salah sasaran. ( Nita, Esha )