News Room, Sabtu ( 09/02 ) Orang akan mendapatkan kebahagiaan dan keseksesan ketika ia patuh dan berbakti kepada orang tua dan menghormati gurunya yang telah memberikan ilmunya. Hal itu menjadi syarat mutlak untuk mendapat ridho dan bermanfaat bagi kehidupannya. Hal tersebut ditegaskan Prof. DR. KH. Imam Mawardi, pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Sumenep, di Masjid Agung Sumenep, Sabtu (09/02). Menurutnya, meskipun menjadi orang pintar dan selalu berprestasi, namun tidak patuh kepada orang tua serta tidak menghormati gurunya yang telah mengajarkan ilmu setiap hari, ilmunya tidak akan membahagiakan dirinya. ”Karena itu, Nabi Muhammad SAW memberikan contoh keteladanan dengan sebuah karakter yang dimilikinya, yakni Siddik, Amanah, Tabligh dan Fathona,”ujarnya. Dimana sebagai syarat ibadah dengan membentuk karakter Robbani sebagai ketaatan yang dicontohkan para Nabi. Dan itu harus menjadi sebuah ketauladanan bagi ummatnya. KH. Imam Mawardi juga mengingatkan orang tua, guru dan anak-anak untuk menjadi orang jujur. Karena IQ (kecerdasan) hanya menyumbang 20 persen dalam kesuksesan, sedangkan 80 persen lainnya ditentukan oleh kecerdasan emosi. “Meskipun tidak pandai tapi jujur dan tawadduk akan lebih sukses, dan itu harus diyakini,”tambahnya. ( Ren, Esha )