Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-02-2012
  • 552 Kali

Puskesmas Lenteng, Programkan Inovasi Pencegahan Kanker Rahim

News Room, Selasa ( 14/02 ) Dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat diharapkan setiap unit kerja melaksanakan program unggulan yang diharapkan dapat lebih memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh UPT Puskesman Lenteng, yakni dengan melaksanakan program inovasi terkait dengan kegiatan reproduksi sebagai upaya pencegahaan terjadinya kanker leher rahim. “Yakni dengan melakukan deteksi dini terhadap penyakit kangker leher rahim, yang merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya yang banyak mengakibatkan maut bagi para wanita,”ungkap Kepala UPT Puskesmas Lenteng, dr. Rifmi Utami, M.Kes kepada wartawan. Diharapkan melalui program pencegahan terhadap penyakit kanker leher rahim ini diharapkan para wanita, khususnya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kader (FK2) Kecamatan Lenteng dapat terhindar dari penyakit menakutkan tersebut. Lebih jelas mantan Kepala UPT Puskesmas Ganding ini dalam pelaksanaan teknisnya, secara langsung dilakukan kepada para wanita yang sudah melakukan berbagai persyaratan sesuai prosedur yang ada, seperti halnya ijin suami dan sebagainya. Sebab dalam pelaksanaannya memerlukan waktu, sehingga tidak bisa melakukan senggama hingga masa dua hari dilakukan scanning pada leher rahim. Dan setelah dilakukan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut ada tidaknya kanker di leher rahim. Kalau memang ada, terus dilakukan pengobatan sampai tuntas. Dan ini bisa dilakukan dengan cara rutin, entah satu bulan atau seminggu sekali. Sementara untuk tahap percobaan ini, segala biaya ditanggung Puskesmas, dan pemeriksaannya akan dilakukan di Surabaya. Sebab, biayanya cukup besar dan di Sumenep sendiri belum ada laboratoriumnya, dan masih sangat terbatas. “Mudah mudahan program ini akan menjadi realita, bukan sekedar harapan dan keinginan kami. Sebab ini juga menyangkut pada tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepedulian memelihara kesehatan,“ pungkasnya. ( Ren, Esha )