News Room, Kamis ( 06/06 ) Meskipun potensi budidaya rumput laut yang paling baik adanya di Kepulauan Sapeken, yang bahkan masuk dalam kategori rumput laut terbaik di Indonesia, namun pusat pengembangan minapolitan di Kabupaten Sumenep tidak diletakkan disana. Sebab, disamping akan banyak terkendala akses transportasi dan lainnya untuk mengembangkan minapolitan disana, sebenarnya Kabupaten Sumenep sudah memiliki wilayah di daratan, yang juga memiliki potensi rumput laut maupun budidaya kelautan dan perikanan, yakni di Kecamatan Saronggi. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Moh. Jakfar, M.Si menjelaskan, ditempatkannya Kecamatan Saronggi sebagai pusat pengembangan minapolitan, karena disana juga memiliki potensi yang cukup bagus serta lebih mudah bagi para investor untuk mengembangkan usahanya disana. “Bahkan, di tahun 2013 ini sudah disiapkan dana sebesar Rp. 600 juta untuk pemberdayaan dan budidaya keluatan disana,”kata Jakfar. Hanya saja tegas Jakfar, meskipun Kecamatan Saronggi yang dijadikan pusat pengembangan minapolitan di Bumi Sumekar ini, namun hasil budidaya dari kepulauan maupun dari wilayah lainnya di Sumenep diharapkan tetap bisa ditampung disana. Sebab, pada akhirnya nanti ketika sudah terbangun pabrik dan sejumlah investor masuk kesana, akses untuk kebutuhan bahan baku jelas akan tidak memadai, jika tidak ditunjang dari kepulauan dan lainnya. “Kita harapkan bersama agar tahun ini pusat pengembangan minapolitan akan berjalan dengan baik disamping akan termanfaatkannya klaster rumput laut di Kecamatan Batuan,”pungkasnya. (Ren,Esha)