Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-01-2011
  • 589 Kali

Pupuk Bersubsidi Tahun 2010 Belum Terserap 100 Persen

News Room, Rabu ( 19/01 ) Pupuk bersubsidi semua jenis Kabupaten Sumenep tahun 2010 tidak terserap semuanya oleh petani. Dari kuota semua jenis pupuk bersubsidi masih tersisa, sehingga sisa pupuk tersebut dikembalikan lagi ke Propinsi Jawa Timur. Kabid Sumber Daya dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Kurratul Aini, SP mengatakan, penyerapan pupuk bersubsidi semua jenis tahun 2010 bagi petani, memang tidak mencapai 100 persen. Semua jenis pupuk bersubsidi yang penyalurannya melalui distributor pupuk bersubsidi pada kelompok tani tersebut, rata-rata masih ada sisanya. ”Data untuk kuota pupuk urea bersubsidi pada tahun 2010 sebanyak 31.300 ton, dan yang terserap hanya 24.777 ton, pupuk SP-36 kuotanya 4.457 ton, yang terserap 2.248 ton, pupuk NPK kuotanya 5.626 ton, yang terserap hanya 3.260 ton, pupuk ZA kuotanya 5.659 ton, yang terserap 3.563 ton, dan pupuk organik kuotanya sebanyak 2.639 ton, yang terserap hanya 884 ton,”tegasnya. Kurratul Aini menyatakan, penyerapan pupuk bersubsidi semua jenis tidak mencapai 100 persen, diduga dampak anomali cuaca yang terjadi pada tahun 2010, yang membuat petani tidak maksimal mengolah lahan pertaniannya, sehingga akibatnya juga berdampak terhadap tingkat daya beli pupuk bersubsisi yang tidak maksimal. ”Untuk distribusi pupuk bersubsidi di Sumenep dilakukan oleh 7 distributor, yakni CV. Adi Chandra, KUD Mekar, CV. Muara, Koperasi Nurul Hikmah, CV. Pulau Cukir, CV. Tani Makmur, dan CV Makmur Sejahtera,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )