News Room, Senin ( 20/10 ) Sebanyak 20 orang warga Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-guluk, Senin (20/10) pagi, mendatangi kantor DPRD Sumenep. Kedatangan mereka untuk mengadu persoalan belum dilunasinya bahan-bahan proyek padat karya berupa pengerasan jalan di kampung Brumbung, Desa Batu Ampar Kecamatan Guluk-guluk, senilai Rp. 15 juta. Menurut Juru Bicara warga Desa Batu Ampar, Abu Bakar, mengatakan, proyek pengerasan jalan itu dilaksanakan sejak bulan Mei 2008 lalu dengan volume sekitar 1 kilometer. Namun, setelah menghabiskan materail berupa batu karang dengan dana sebesar Rp. 38 juta, ternyata pihak pelaksana proyek, yakni Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep, hanya membayar sebesar Rp. 23 juta. “Jadi, sisa dana bahan proyek padat karya itu senilai Rp. 15 juta, hingga sekarang belum dibayar. Bahkan, warga setempat beserta pengepul batu karang terkesan dipimpong, karena tidak ada kejelasan dari pelaksana proyek,â€Âterang Abu Bakar, kepada wartawan di gedung kantor DPRD Sumenep, Senin (20/10). Karena itu, warga terpaksa mendatangi Komisi D DPRD Sumenep, untuk meminta difasilitasi dan dipertemukan dengan Disnaker selaku pelaksana proyek padat karya berupa pengerasan jalan di kampung Brumbung, Desa Batu Ampar tersebut. Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Bahrus Surur, mengatakan, semestinya persoalan ini diselesaikan dilapangan. Diperkirakan, persoalan tersebut muncul akibat kelalaian pihak Disnaker, yang tidak mengecek pekerjaan kontraktor, sehingga menimbulkan masalah berkepanjangan. “Kami ikut prihatin atas adanya persoalan tersebut. Sebab, itu memicu pemikiran, jika Disnaker kurang aktif dalam menyimak pekerjaan para kontraktornya,â€Âujarnya. Bahrus berharap kepada Disnaker, agar secepatnya menyelesaikan persoalan itu, dengan mengajak kontraktor yang bermasalah tersebut untuk duduk bersama-sama menyelesaikan masalah tersebut. ( Nita, Esha )