Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-03-2011
  • 748 Kali

Puluhan TKI Ilegal Asal Kangean Dipulangkan Paksa, Penuh Luka

News Room, Kamis ( 10/03 ) Sebanyak 12 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, dipulangkan paksa dari Negeri Jiran, Malaysia, dengan kondisi penuh luka cambuk. Ke 12 TKI ilegal itu, terdiri dari 2 perempuan dan 10 laki-laki, yang berasal dari Desa Kalikatak, Paseraman, Torjak, Pajenangger, dan Duko (Pulau Kangean). Mereka dipulangkan karena tidak mengantongi surat-surat resmi. Salah seorang TKI ilegal asal Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), Supatla mengatakan, dirinya ditangkap saat polisi Malaysia melakukan operasi pada tanggal 17 Januari 2011, ditempat kerjanya sebagai kuli bangunan. “Ketika itu, secara tiba-tiba polisi Malaysia datang dan langsung menangkap kami, selanjutnya dijebloskan ke penjara,” kata Supatla, ketika ditemui di Sumenep, Kamis (10/03). Supatla juga menceritakan, waktu didalam penjara, dirinya bersama 11 teman lainnya mendapat perlakuan kasar. “Makanan dijatah. Bahkan, satu minggu sebelum dipulangkan kami dicambuk tiap hari. Sungguh sakit rasanya, dan sampai sekarang membekas dipungung kami,”ujarnya. Meski demikian, kata Supatla, dirinya tidak akan jera untuk kembali ke Malaysia. “Kalau ada duit, saya pasti akan kembali ke Malaysia. Tapi, melalui jalur resmi. Selama ini, saya tidak tau mengenai jalur resmi, saya pikir dengan menggunakan tekong berangkat ke Malaysia, sudah benar,”ungkapnya. Ungkapan berbeda justru dilontarkan, Matsuri, TKI Ilegal yang juga mantan Kepala Desa Kalikatak. “Saya sudah berjanji pada diri sendiri, tidak akan kembali ke Malayasia lagi. Ngeri rasanya. Mending kerja di negeri sendiri saja, lebih tenang,”terangnya. Matsuri mengaku terpaksa bekerja sebagai TKI Ilegal di Malaysia, demi membiayai anaknya yang sedang kuliah di Kabupaten Malang. Para TKI ilegal itu tiba di Sumenep, Kamis (10/03) dini hari. “Mereka dari Disnaker provinsi Jawa Timur dapat uang transport Rp. 35.000,00 dan jatah makan. Kemudian dari Disnaker Sumenep dapat bantuan transport Rp. 75.000,00,”pungkasnya. Saat ini para TKI asal Pulau Kangean, berada di penginapan sementara, sambil menunggu jadwal kapal ke Pulau Kangean, Jumat (11/03) malam. ( Nita, Esha )