Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-11-2008
  • 630 Kali

Puluhan Siswa SMA Negeri I Kalianget Kesurupan

News Room, Senin ( 17/11 ) Sebanyak 20 siswa SMA Negeri I Kalianget, kesurupan. Diduga para siswa kemasukan roh halus yang bergentayangan di areal sekolah tersebut. Peristiwa itu terjadi, Senin (17/11) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, saat para siswa dan guru melakukan upacara. Kesurupan pertama dialami seorang siswi kelas I bernama Mita. Sebelumnya, ia melintas di bawah pohon ketapang, namun tidak berselang lama dia tiba-tiba berteriak histeris yang disertai kejang-kejang, sehingga para guru langsung menghampiri dan berusaha menolongnya. Menurut Nina, seorang guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Kalianget, setelah Mita berhasil disembuhkan oleh guru yang mempunyai metafisik, ternyata roh halus itu berpindah dengan merasuki siswa lainnya. “Akibatnya, lebih 20 siswa yang kerasukan roh halus. Anehnya lagi, siswa yang dirasuki roh halus itu semuanya perempuan,”terangnya. Ia menduga, roh halus itu berasal dari pohon ketapang yang berada di halaman tengah sekolah, sebab awal kejadian itu terjadi, ketika korban pertama melewati pohon tersebut. “Karena khawatir akan semakin banyak siswa yang kerasukan roh halus, maka proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dihentikan, dan para siswa termasuk korban dipulangkan lebih awal,”ujarnya. Sementara, salah satu orang tua siswa, Moh. Adam mengaku prihatin dengan kejadian kesurupan yang menimpa siswa SMAN 1 Kalianget ini. Sebab, roh yang masuk pada siswa tergolong ganas. “Andaikan tidak segera ditangani oleh orang tua dan guru yang mempunyai kemampuan metafisik akan berbahaya. Sebab, anaknya, Ira Maghfiroh yang juga kesurupan sulit disembuhkan. Bahkan, selama 2 jam tidak sadarkan diri dan kejang-kejang,”kata Adam di rumahnya, Desa Kalianget Barat, Sumenep, Senin (17/11). Namun, Adam merasa lega, dikarenakan setelah anaknya dibawa pulang, roh jahat itu akhirnya berhasil dikeluarkan dari tubuh anaknya. “Syukurlah anak saya sekarang sudah baikan, mungkin tinggal capeknya saja, sehingga belum bisa banyak bicara,”pungkasnya. ( Nita, Esha )