News Room, Rabu ( 11/03 ) Puluhan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sumenep, tidak ada Kepala Sekolahnya. Hal tersebut disebabkan karena para Kepala Sekolah sebelumnya telah purna tugas atau pensiun, dan hingga saat ini belum ada pengganti Kepala Sekolah tersebut.
Salah seorang pegiat pendidikan di Sumenep, Sandy Tyas Mulyadi, berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep segera melakukan pengisian Kepala Sekolah terhadap sejumlah sekolah yang selama ini tidak memiliki Kepala Sekolah. Sebab, dikhawatirkan bisa berdampak kepada kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang ada di sekolah tersebut.
“Hal ini perlu segera disikapi, karena sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional (UN), yang tidak hanya menghambat KBM, namun berkaitan pula dengan persoalan pencairan Biaya Operasional Sekolah (BOS),”ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Ketenagaan dan Kepegawaian, Drs. Fajarisman kepada wartawan mengakui, banyaknya sejumlah sekolah yang memang tidak memiliki Kepala Sekolah, karena memang sudah pensiun.
“Kekosongan Kepala Sekolah memang karena ditinggal Kepala Sekolahnya pensiun, ada sekitar 60 Kepala Sekolah yang pensiun hingga saat ini,”ungkapnya.
Diakui Fajarisman, jika belum dilakukannya pergantian Kepala Sekolah baru di sejumlah sekolah yang tidak memiliki Kepala Sekolah, karena minimnya tenaga pendidik yang belum memenuhi syarat, sehingga tidak langsung dilakukan pergantian, melainkan harus menunggu hingga ada tenaga pendidik yang memenuhi syarat.
“Kami sudah melakukan upaya perbaikan dan pembenahan di sejumlah titik pendidikan, khususnya yang tidak ada Kepala Sekolahnya, dan kami tetap menampung aspirasi dari kalangan masyarakat, terkait majunya pendidikan di Sumenep ke depan,“tambahnya. ( Ren, Esha )