News Room, Jum’at ( 15/07 ) Pendistribusian paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji bagi puluhan ribu warga di kepulauan Kabupaten Sumenep, belum tuntas. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si, Jum’at (15/07) mengatakan, hingga saat ini, puluhan ribu warga yang belum menerima paket perdana program konversi elpiji itu tersebar di 6 Kecamatan di wilayah kepulauan. Warga masyarakat di 6 Kecamatan kepulauan itu jumlahnya sebanyak 71.931 rumah tangga yang ditetapkan sebagai penerima paket perdana konversi elpiji. Namun, ternyata penyaluran paket perdana tabung elpiji 3 kilogram itu hanya untuk 13.351 rumah tangga. ”Hingga saat ini realisasinya hanya sebanyak 13.351 rumah tangga yang sudah menerima paket perdana program konversi elpiji, sedangkan sisanya belum menerima,"tegasnya. H. Syaiful Bahri menyatakan, pihaknya sudah melayangkan surat pada pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk menanyakan kepastian realisasi distribusi paket perdana program konversi elpiji bagi warga yang belum menerimanya. Namun ironisnya, Pertamina justru menyatakan 6 Kecamatan kepulauan tersebut sudah didistribusikan paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram itu 100 persen, berdasarkan laporan pihak perusahaan yang melakukan distribusi di 6 Kecamatan di kepulauan. ”Ini yang kami sayangkan, kenapa perusahaan pendistribusi paket perdana tabung gas elpiji 3 kilogram, membuat laporan sudah mendistribusikan 100 persen. Padahal kenyataannya hanya berksiar antara 15 hingga 20 persen saja.”ungkapnya. H. Syaiful Bahri mengungkapkan, akibat laporan perusahan pendistribusi tersebut, warga masyarakat kepulauan di 6 Kecamatan tidak lagi menikmati minyak tanah bersubsisi, sebab Pertamina mencabut minyak tanah bersubsidi. ”Sejak April 2011 lalu, warga di 6 Kecamatan kepulauan itu memang dirugikan, karena harus membeli minyak tanah nonsubsidi yang harganya lebih mahal dibanding minyak tanah bersubsidi. Padahal seharusnya masih tetap dipasok minyak tanah bersubsidi oleh Pertamina, karena realisasi program konversi elpiji di wilayah tersebut belum selesai,”ungkapnya. H. Syaiful Bahri menambahkan pihaknya terus berusaha meminta pada perusaahan distribusi dan Pertamina untuk menyelesaikan pendistribusian paket perdana tabung gas elspiji bagi warga masyarakat yang belum menerima. ”Kami tetap beupaya, agar Pertamina dan perusahan pendistribusi menyelesaikan distribusi paket perdana tabung gas elpiji, bahkan kami juga meminta Pertamina tidak menghentikan suplai minyak tanah bersubsidi, karena dampaknya sangat merugikan masyarakat.”kata H. Sayiful Bahri. Warga masyarakat belum menerima paket perdana program konversi yang tersebar di 6 Kecamatan, yakni Masalembu, Sapeken, Kangayan, Arjasa, Raas, dan Kecamatan Gayam. ( Yasik, Esha )