Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-12-2007
  • 452 Kali

Puluhan Petani Garam YTL Gelar Unjukrasa

News Room, Senin ( 17/12 ) Unjuk rasa puluhan petani garam yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur (YTL) mewarnai pertemuan Komisi A DPRD dengan PT Garam, YTL dan Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah, dan Polres Sumenep di Gedung DPRD Sumenep, Senin pagi (17/12). Namun dalam pertemuan antara Komisi A bersama pihak terkait tidak menghasilkan keputusan apapun, sebab pihak PT. Garam tidak menghadiri pertemuan. Ketua Komisi A DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH mengungkapkan, pihaknya hingga detik ini belum bisa menyelesaikan persoalan antara PT. Garam dengan YTL, sebab PT. Garam tidak menghadiri pertemuan tersebut. Namun yang jelas dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali memangil PT. Garam. Sedangkan Asisten Pemerintahan Sekretaraiat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Iskandar Zulkarnain, MM menuturkan, pemerintah daerah tidak berwenang dalam memutuskan persoalan tersebut, sebab PT. Garam tidak menghadiri pertemuan kali ini. Namun yang jelas yang berwenang memutuskan persoalan ini adalah pihak PT. Garam sebagai pemilik lahan. Ditempat yang sama Tim Pembela Yayasan Tanah Leluhur, Suwitomo mengatakan, sesuai dengan surat perjanjian tanggal 14 Juni 2000 yang melakukan penggarapan lahan pegaraman petani garam yang tergabung dalam YTL. Namun ternyata tanpa melalui musyawarah, pihak PT. Garam menghentikan kerjasama dengan YTL, bahkan PT. Garam melakukan kerjasama baru dengan masyarakat petani garam lain untuk menggarap lahan pegaraman. Pihaknya menilai pihak PT. Garam dalam menghentikan kerjasama dengan YTL telah melanggar hukum, sebab dalam pengambilan keputusan tersebut, PT. Garam tidak melibatkan YTL. Sementara itu suasana aksi unjukrasa puluhan petani YTL yang mendapat pengawalan dari aparat Kepolosian dan Satpol PP, sempat memanas dan memaksa untuk memasuki gedung DPRD Sumenep ketika mengetahui pertemuan itu tidak menghasilkan keputusan dan PT. Garam tidak hadir. Aksi unjukrasa mulai mereda setelah anggota Komisi A menemui pengunjukrasa puluhan petani YTL, dan berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu dekat. ( Yasik, Esha )