Sumenep-Kominfo News Room : Puluhan pemuda yang mengatas namakan Forum Aliansi Tokoh dan Mahasiswa Pemuda (FATMAD) peduli masyarakat kepulauan Kangean, Kamis siang (28/09) sekitar pukul 11.30 WIB. mendatangi Gedung DPRD Sumenep, terkait pengangkutan Kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I dan II, yang dinilai tidak layak pakai. Koordinator Lapangan, Moh. Nihwan menuturkan, aksi itu dilakukan, karena pihaknya merasa prihatin terhadap masyarakat kepulauan, khususnya Kangean yang naik Kapal DBS I dan II, dengan operasional terbatas, sehingga tempat barang dan penumpang dijadikan satu, mengingat volume dan kapasitas angkutan Kapal DBS I dan II itu sangat kecil. Karena itu, pihaknya mendesak Direktur Sumekar Line Sumenep, Drs. H. Moh. Toha dan Anggota Dewan, terutama Komisi C, untuk secepatnya menganggarkan kapal baru, yang kapasitas muatannya lebih besar dibandingkan Kapal DBS I dan II, sementara menurut Nihwan, masyarakat kepulauan sudah bersedia membayar tarif angkutan yang mengalami kenaikan. Setelah melakukan orasi selama 30 menit, akhirnya para pendemo itu dipersilahkan masuk, untuk melakukan tatap muka dengan Direktur Sumekar Line dan Komisi B di ruang Panmus DPRD Sumenep. Namun tatap muka itu tidak bisa dihadiri Komisi C, karena sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Dalam tatap muka itu, Direktur Sumekar Line, H. Moh. Toha menyatakan, menolak atas permintaan dari para pendemo untuk menyediakan kapal baru. Menurut H. Moh. Toha, pihaknya tidak siap mendatangkan armada baru, namun hanya bisa menambah frekwensi Kapal DBS I menjadi 5 kali dalam seminggu. H. Moh. Toha menegaskan, apabila ada perusahaan lain bersedia menyediakan armada baru untuk melayani trayek Kalianget-Kangean, pihaknya mempersilahkan. Ia menjelaskan, hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan.( Nita, Soek, Esha)