News Room, Rabu ( 20/05 ) Sebanyak 20 pelanggaran Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Kecamatan Masalembu, Rabu (20/5), terpaksa menemui Camat setempat. Mereka meminta Camat Masalembu, Mohammad Mansyur, S.Sos, untuk bersedia menjadi fasilitator antara pelanggan dengan Penaggungjawab PLTD. Sebab, para pelanggaran menginginkan tarif PLTD diturunkan, mengingat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah turun. Menurut perwakilan pelanggan, Abd. Wasik Abdurazaq, selama ini tarif yang diberlakukan sangat tinggi. Setiap pelanggan, per bulannya rata-rata dikenakan biaya sebesar Rp. 300.000,00. â€ÂKami minta kepada Camat, untuk bisa mempertemukan kami dengan penanggungjawab PLTD,†terang Wasik, ketika dihubngi melalui telepon genggamnya. Sementara itu, Camat Masalembu, mengatakan, pihaknya berjanji untuk memfasilitasi keinginan para pelanggan PLTD tersebut. Pihaknya akan menampung semua aspirasi maupun keluhan dari pelanggan. â€ÂSaya siap menjadi mediator keinginan warga. Namun, hanya sebatas menampung saja. Selanjutnya semua keluhan warga akan kami laporkan kepada penanggungjawab PLTD,†ujarnya. Sebagai tindak lanjut, Mansyur berjanji, dalam waktu dekat akan mempertemukan kedua belah pihak. “Keinginan warga untuk bertemu dengan penanggungjawab akan segera dilaksanakan,†ungkapnya. ( Nita, Adjie )