News Room, Jum’at ( 02/04 ) Sebanyak 50 anak autis yang mengatasnamakan Kelompok Anak Autis Kabupaten Sumenep, menggelar aksi di area Taman Bunga (TB), Kecamatan Kota Sumenep, pada Jum’at (02/04) pagi. Koordinator aksi anak autis Sumenep, Wais Ghani mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah maupun masyarakat umum yang tidak peduli pada anak autis. “Selama ini anak autis atau Autistic Spectrum Disorder (ASD) selalu dikategorikan anak gila. Padahal, gangguan yang dialami merupakan gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak yang gejalanya sudah timbul sebelum anak usia 3 tahun,â€Âkata Wais, ketika berorasi di Taman Adipura, Jum’at (02/04). Ia menjelaskan, kondisi anak autis perlu penanganan khusus, dan perlu kepedulian semua pihak, bukan justru dibiarkan atau tidak ada yang peduli. “Kami meminta pemerintah dan masyarakat, supaya menghilangkan mitos cacat mental pada anak autis, dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang layak,â€Âujarnya. Setelah berorasi sekitar 30 menit, akhirnya mereka membubarkan diri secara tertib dan kembali ke tempat pembinaan anak autis yang berpusat di Perumahan Satelit Sumenep. ( Nita, Esha )