News Room, Jumat ( 26/02 ) Puluhan hektar tanaman cabai di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, diserang hama ulat. Akibatnya, petani tidak bisa menikmati hasil penjualan cabainya.
“Serangan ulat itu menyebabkan kerusakan cabai berupa bintik-bintik hitam dan berubah warna putih,"kata Mohammad Farhan, salah satu petani cabai di Desa Basoka, Rubaru, Jumat (26/02).
Ia menuturkan, hama ulat itu menyerang sejak dua minggu terakhir ini. "Para petani sudah melakukan penyemprotan dengan obat-obatan, tapi upaya itu tidak membuat hama ulat mati,"terangnya.
Saat ini sebagian besar cabai rontok sebelum dipanen. Padahal sudah diberi obat. “Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar kerusakan cabai tidak semakin parah,”pintanya.
Sedangkan harga cabai ditingkat petani sudah mulai tinggi dibandingkan dengan minggu lalu. "Kini, harga cabai di petani pada kisaran harga Rp. 12.000,00 hingga Rp. 14.000,00 per-kilogram,"tuturnya. ( Nita, Esha )