News Room, Senin ( 04/02 ) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep, pada Minggu (3/2) kemarin, menyebabkan puluhan hektar lahan persawahan yang ditanami padi, di Desa Patean dan Nambakor, Kecamatan Batuan, hingga Senin (04/02) pagi, masih tergenang air. Salah seorang petani di Desa Nambakor, Hasmi, mengatakan, setelah diguyur hujan lebat, sawah miliknya yang ditanami padi usia dua bulan sampai sekarang masih tergenang air. “Kami sangat resah, karena air hujan belum surut dan masih menggenangi lahan sawah. Biasanya kalau sudah begini, tanaman padi terancam gagal panen,” kata Hasmi, Senin (04/02). Hasmi mengaku bakal merugi akibat genangan air hujan dilahan sawahnya. Karena, rendaman air hujan itu akan menyebabkan padi yang sudah berusia 2 bulan, rusak. Padahal, bulan depan sudah panen. Tapi, sekarang sudah tidak bisa diharapkan lagi,”ujarnya. Selain merendam puluhan sawah, air hujan juga menggenangi rumah di 2 Desa setempat hingga setinggi lutut orang dewasa. “Banjir tersebut kami rasa karena buruknya sistem drainase, sehingga air hujan yang turun dengan lebat tidak mampu dialirkan dengan baik,”kata Muhammad, warga Desa Patean, Kecamatan Batuan, Senin (04/02). Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, agar secepatnya mengatasi persoalan ini, dengan memperbaiki drainase. “Saatnya drainase diperbaiki, karena curah hujan sekarang cukup tinggi. Kalau dibiarkan, bisa dipastikan Sumenep akan mengalami lumpuh akibat terendam banjir,”ungkapnya. ( Nita, Esha )