News Room, Selasa ( 03/04 ) Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep, selama dua pekan terakhir ini menyebabkan puluhan hektar galangan (tanggul) lahan garam di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, rusak. Akibatnya, Selasa (03/04) pagi, petani garam setempat terpaksa gotong royong memperbaiki galangan yang rusak tersebut. Syafrawi, salah seorang petani garam di Desa Kertasada, menjelaskan, perbaikan galangan yang rusak kali ini, dilakukan dengan cara baru yakni menggunakan batu bata. “Kami sengaja memakai batu bata untuk tanggul lahan garam, untuk menghindari kerusakan tiap memasuki musim hujan. Karena tiap tahun selalu jebol. Lagian ini langkah tepat hemat biaya pembuatan galangan tidak dilakukan tiap tahun,”kata Syafrawi, disela-sela memperbaiki tanggul lahan garam di Desa Kertasada, Kalianget, Sumenep, Selasa (03/04). Penggunaan batu bata sebagai tanggul, kata Syafrawi, dianggap bisa menahan derasnya air disaat musim hujan agar tidak mudah rusak atau jebol. “Dengan batu bata ini, petani garam akan mudah memulai aktivitas ketika memasuki musim kemarau. Sebab, mereka tidak lagi dibingungkan dengan tanggul rusak. Jadi, lahan sudah siap diproduksi garam,”terangnya. Ungkapan serupa juga dilontarkan Hamid, petani garam setempat. Menurutnya, pembuatan galangan lahan garam dari batu bata akan mengurangi pengeluaran biaya. “Kami rasa biayanya sedikit bisa ditekan kalau pakai batubata, karena tingkat kekokohannya lebih lama dibanding menggunakan pasir yang ditaruh dalam zak. Tiap tahun kami harus mengeluarkan biaya Rp. 200.000,00 memperbaiki galangan per-hektar. Nah, dengan batubata kami cukup mengeluarkan biaya satu kali tapi kuat untuk beberapa tahun,”ujarnya. Hamid berharap, perubahan galangan lahan garam ini mampu menopang kenaikan produksi garam tahun 2012. “Mudah-mudahan berdampak positif bagi produksi garam tahun ini, dengan perubahan pemakaian galangan lahan garam tersebut,”ungkapnya. ( Nita, Esha )