Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-01-2010
  • 667 Kali

Puluhan Aktivis Hadang Komisi B Kunjungi Lokasi Seurvey Seismik

News Room, Senin ( 18/01 ) Sekitar 20 mahasiswa melakukan aksi penghadangan terhadap Komisi B DPRD Sumenep, ketika melakukan kunjungan di lokasi survey seismik di Desa Gilang, Kecamatan Bluto, pada Senin (18/01) siang. Selain berorasi menolak rencana eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) oleh perusahaan migas "SPE Petroleum Ltd", mereka juga memblokir jalan dengan cara tidur di sepanjang jalan PUD Desa Gilang, Bluto. Akibatnya, kendaraan bermotor tidak bisa melintas dan terjadi antrian sepanjang 1 kolimeter. Koordinator Aksi, Hasdani mengatakan, pihaknya bersama warga memang menolak rencana eksploitasi migas oleh SPE Petroleum yang sekarang ini masih tahap survei seismik. Karena SPE Petroleum tidak pernah melakukan sosialisasi. “SPE Petroleum hanya mengklaim telah melakukan sosialisasi pada warga. Padahal, banyak warga yang tidak tahu terkait survei seismik yang sekarang dilakukan SPE Petroleum, terang Hasdani, ketika berorasi di depan balai Desa Gilang, Bluto, Senin (18/01). Ia menjelaskan, pihaknya menyayangkan sikap SPE Petroleum yang terkesan tidak memperhatikan masyarakat setempat. “Ini menjadi PR bagi anggota dewan, kenapa harus ada aksi dilokasi yang akan dilakukan survey seismik. Sebab, gerakan ini merupakan bibit perlawanan kami atas kegiatan SPE Petroleum,” ungkapnya menegaskan. Ditempat yang sama, Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Bambang Prayogi menjelaskan, secara kelembagaan, DPRD telah meminta SPE Petroleum menghentikan aktivitasnya, utamanya terkait rencana survei seismik. “Kami bersama eksekutif sudah minta SPE Petroleum melakukan sosialisasi secara menyeluruh pada warga di lima kecamatan, sebelum ada survei seismik,” ujar Bambang, dihadapan puluhan mahasiswa di Desa Gilang, Bluto, Senin (18/01). Namun, massa tampaknya tidak puas dengan penjelasan Bambang dan langsung meminta anggota DPRD pulang. ( Nita, Esha )