News Room, Rabu ( 10/06 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengaku tetap ingin mempertahankan Pulau Giliyang di Kecamatan Dungkek, sebagai obyek wisata kesehatan yang memiliki kadar oksigen tertinggi ke dua setelah Yordania, yakni hampir 21 persen, tetap dibiarkan alami.
“Jadi, para pengunjung nantinya tetap bisa melihat suasana Pulau Giliyang dengan alami, dan tetap terkesan natural,”ungkapnya, saat mempromosikan daerahnya ketika ada kunjungan Study Banding Wali Kota Singkawang, Drs. Awang Ischak, M.Si ke Sumenep, Rabu (10/09).
Menurut Bupati, meskipun diakui banyak anggaran dari pusat untuk membangun berbagai fasilitas di Pulau Giliyang yang menjadi ikon kesehatan di Jawa Timur ini, namun tidak untuk membangun fasilitas, seperti tempat-tempat wisata lainnya.
Seperti halnya, untuk membangun sebuah hotel di pulau Giliyang, itu tidak dilakukan. Namun, masyarakat setempat sudah menyediakan rumah-rumah kecil untuk disewa sebagai tempat peristirahatan alami.
“Kami sengaja tidak membangun hotel disana, karena nantinya tidak terkesan natural lagi, dan kesan alami tidak lagi terlihat,”ujarnya.
Sebab, diakui Bupati yang pernah menjabat Ketua DPRD Sumenep 2 periode ini, justru yang menarik dan menjadikan daerah ini memiliki oksigen murni, karena memang tidak banyak terjamah berbagai polusi udara dan semacamnya. Dengan format apa adanya, dan alami tersebut justeru akan lebih berkesan bagi pengunjung.
Pihaknya juga berharap para pengunjung yang datang ke Sumenep tidak menyia-nyiakan untuk menikmati udara sejuk di Pulau Giliyang, yang dikenal mayoritas pendudukanya berusia lebih 100 tahun.
“Silahkan datang ke Pulau Giliyang dengan suasana yang tetap alami dan sejuk,”tambahnya. ( Ren, Esha )