News Room, Kamis ( 23/12 ) Sejak Kamis (23/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, wilayah Kecamatan Giligenting (Pulau Giliraja) dilanda hujan debu. Tokoh masyarakat di Desa Banbaru, Giligenting (Pulau Giliraja), Sunarto, menjelaskan, hujan debu berwarna kecoklatan yang mengguyur Pulau Giliraja itu masih terjadi hingga pukul 10.00 WIB, Kamis (23/12) pagi. “Hujan debu tersebut otomatis mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor. Jarnag pandang hanya mampu 20 meter dengan kecepatan, 20-30 km/jam,”kata Sunarto, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (23/12). Sunarto mengungkapkan, pihaknya baru merasakan adanya hujan debu, yang belum diketahui asalnya, apakah akibat letusan gunung Bromo dan Raung, atau lainnya. “Saat ini, warga di Pulau Giliraja ramai membicarakan hal tersebut,”ujarnya. Ungkapan serupa juga dilontarkan Maulidi, warga setempat, yang menyatakan jika wilayah pulau Giliraja memang dilanda hujan debu. “Lantai rumah saya saja penuh dengan debu, bahkan anak saya ketika diperjalanan pulang usai mengajar, wajahnya hitam akibat adanya debu tersebut,”ungkapnya. Maulidi berharap, pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, untuk secepatnya mengatasi persoalan itu, dengan menyediakan masker bagi warga, supaya debu tersebut tidak sampai mengganggu kesehatan warga Kepulauan Giliraja. ( Nita, Esha )