Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-08-2014
  • 584 Kali

PT. WuS Terus Merugi, Fams Galang Tanda Tangan

News Room, Senin ( 25/08 ) Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (Fams), Senin (25/08) pagi, berunjuk rasa ke gedung DPRD setempat. Mereka meminta anggota dewan yang baru untuk mendesak Bupati melaksanakan rekomendasi anggota dewan lama guna memecat Direktur PT. WuS, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumenep. Dalam aksinya, para mahasiswa tersebut menggalang tanda tangan anggota dewan baru untuk mengawal aspirasinya bisa terwujud. Dan secepatnya melakukan restrukturisasi PT. WuS. “Banyak catatan merah yang ditorehkan Direktur PT. WuS, Sitrul Arsy. Selama dua tahun dibawah pengelolaannya tetap saja tidak bisa memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumenep,”kata Hazmi, Korlap Aksi Fams, Senin (25/08). Menurutnya, sesuai hasil audit BPK tahun 2013, PT. WuS memiliki hutang sekitar Rp. 1,9 milyar. “Dengan fakta itu menunjukkan kalau pengelolaan keuangan PT. WuS amburadul. Artinya, dana penyertaan modal yang pernah diberikan sia-sia belaka tanpa bisa memberikan efek positif bagi PAD Sumenep,”terangnya. Selain itu, lanjut Hazmi, dana penyertaan modal kepada PT. WuS tersebut, ternyata tidak di-Perda-kan. “Ini tidak bisa dibiarkan. Pemkab tidak boleh terus menerus memanjakan PT. WuS, karena akan berakibat BUMD ini menjadi tidak sehat,”ujarnya. Sementara Ketua Sementara DPRD Sumenep, H. Abrory Manan, S.Ag mengaku akan mengawal semua aspirasi mahasiswa, terkait persoalan di internal PT. WuS. “Kami akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ini setelah ada Ketua definitif,”ungkapnya. Ia menilai jika memang ada indikasi penyalahgunaan dalam pengelolaan PT. WuS, perlu ditindak lanjuti dan akan menyampaikan kepada Bupati, meski secara informal. “Kalau ternyata harus diganti Direktur PT. WuS, ya tidak ada masalah. Tapi, itu kewenangan Bupati,”pungkasnya. ( Nita, Esha )