Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-03-2014
  • 555 Kali

PT. Trigana Air Beroperasi Di Bandara Trunojoyo Pada Juni 2014

News Room, Sabtu ( 22/03 ) Pemanfaatan Bandara Trunojoyo untuk menjadi komersial, membuahkan hasil. Maskapai penerbangan dibawah pengelolaan PT. Trigana Air menyatakan siap beroperasi di Sumenep, mulai bulan Juni 2014. Kesanggupan itu dilontarkan Direktur Keuangan PT. Trigana Air, Eko Budi Gunarto, dihadapan Bupati dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Sumenep, Sabtu (22/03) pagi. Eko mengatakan, pesawat yang akan dioperasionalkan di Bandara Trunojoyo adalah jenis ATR-42, berkapasitas 50 penumpang. "Kami menyesuaikan dengan panjang landasan pacu (Run Way) di Bandara Trunojoyo yang ada saat ini. Karena panjang Run Way masih 1.160 meter, kita pun menyiapkan pesawat jenis ATR-42," katanya. Ia mengungkapkan, kedatangannya untuk kedua kali ke Sumenep ini, dalam rangka rapat koordinasi terkait kesiapan penerbangan komersial Bandara Trunojoyo yang akan dilalui pesawat milik PT. Trigana Air. "Kebetulan sekarang saya yang diutus untuk mengikuti rakor bersama Bupati Sumenep. Sebab berkaitan dengan kepastian dan tarif angkutan yang kami tawarkan," terangnya. Eko memaparkan, trayek yang akan dilayani PT. Trigana Air, meliputi Sumenep-Surabaya, Sumenep-Denpasar dan Sumenep-Pagerungan (Kecamatan/Pulau Sapeken). "Itu trayek perdana sambil menunggu perpanjangan run way Bandara Trunojoyo diatas 1.400 meter," ujarnya. Untuk tarif, lanjut Eko, PT. Trigana Air mematok harga setiap trayek, yang berkisar antara Rp. 300.000,00 sampai dengan Rp. 400.000,00, penerbangan Sumenep-Surabaya, Rp. 750.000,00 sampai dengan 800.000,00, penerbangan Sumenep-Denpasar (Bali) dan Rp. 550.000,00 sampai dengan 650.000,00 penerbangan Sumenep-Pagerungan. "Harga tersebut disesuaikan dengan kapasitas pesawat. Seandainya pesawat ATR-72 yang beroperasi mungkin harga bisa lebih rendah," paparnya. Sementara Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan daerah terdekat seperti Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. "Kerjasama itu dalam hal pemanfaatan Bandara Trunojoyo. Kita terus melakukan lobi-lobi dengan pimpinan di 3 Kabupaten di Madura," tukasnya. Saat ini, menurut Bupati, demi kelancaran penerbangan perdana pada Juni nanti, pihaknya akan menyiapkan regulasi pengoperasian Bandara Trunojoyo. Meliputi, ijin dari Kementerian Perhubungan dan sertifikasi lahan untuk perpanjangan Run Way. "Ijinnya sudah kita proses ke Pusat dan sertifikat lahan juga sudah hampir selesai. Dipastikan pertengahan Mei nanti, semua hal yang diperlukan sudah selesai," ungkapnya. Sedangkan harga penerbangan, diperkirakan Pemkab Sumenep akan mengambil harga terendah. ( Nita, Fer )