News Room, Senin ( 30/08 ) Managemen PT. Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd, memastikan tumpahan 80.000 barel minyak mentah akibat terbakarnya kapal tanker di Selatan Sepanjang, Perairan Desa Sepanjang, Pulau/Kecamatan Sapeken, tidak mencemari rumput laut milik nelayan setempat. Humas PT. KEI, Juhartomo mengatakan, pihaknya telah melakukan pendeteksian terhadap tumpahan minyak mentah itu di perairan Sapeken, dan memang tidak mencemari rumput laut. “Tidak benar, kalau ada rumput laut di Sapeken termecar. Karena crude oil di Sepanjang ber-pour point rendah dan mudah beku atau menggumpal saat tumpah ke laut. Namun, mudah diambil, sehingga tidak menutup permukaan laut,”kata Juhartomo, melalui pesan singkatnya pada wartawan di Sumenep, Senin (30/08). Saat ini, kata Juhartomo, kondisi laut Sapeken sudah bersih. Karena, petugas KEI bersama warga sudah berusaha mengangkut gumpalan crude tersebut, yang dikumpulkan ke lokasi KEI. “Sementara, para korban yang semuanya anak buah kapal milik Perusahaan Kangean Energy Indonesia Ltd masih trauma dan shock. 4 ABK yang dirujuk ke rumah sakit di Denpasar, Bali, akibat luka bakar mulai membaik,”ujarnya. Sedangkan, pihak kepolisian maupun Kangean Energy Indonesia Ltd hingga saat ini, belum mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di kapal tanker di Selatan Sepanjang, Perairan Desa Sepanjang, Pulau/Kecamatan Sapeken. Kapal “Gagasan Perak” yang dinakhodai Dedy dengan 25 ABK kini masih berada di lokasi Perairan Desa Sepanjang dalam kemiringan 45 derajat, dan sedang dilakukan pengecekan oleh petugas Kangean Energy Indonesia Ltd. Kapal itu diperkirakan berkapasitas 80.000 barel minyak mentah tersebut terbakar sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (28/08). Tidak diketahui apa penyebab kapal milik Perusahaan Kangean Energy Indonesia Ltd terbakar. Sebelum terbakar terdengar 3 kali ledakan. ( Nita, Esha )